Sebaiknya Teman
Ya tak ada
seorang manusia yang hidup tanpa teman. Atau yang lebih dikenal dengan nama
trennya yaitu sahabat atau best friend. Sejatinya apa itu sahabat?? Apakah
mereka benar-benar ada atau hanya sebuah formalitas saja? Mengapa dianggap
sebagai formalitas? Ya karena kehadirannya. Tidak dapat dipungkiri kehadirannya
kadang ada maupun tidak ada.
Seiap orang
punya ceritanya sendiri-sendiri, untuk berbagi sebuah ceritanya, cerita seding,
senang, bahagia, galau, perasaan mereka membutuhkan seorang teman untuk
berbagi. Kadang posisi teman ini mengalahkan posisi kedua orang tua sendiri.
Kadang kita merasa lebih nyaman berbagi cerita dengan teman yang sebaya maupun
yang memiliki jarak usia yang tak cukup jauh dari kita.
Lantas bagaimanakah
teman itu berkembang menjadi teman sejati?
Pastinya kita
memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda dengan orang lain. Untuk
menutupi kekurangan kita itu, kita membutuhkan soerang teman, apalagi yang
awalnya kalau manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup
sendiri-sendiri. Kehadiran seorang teman sangat dibutuhkan. Untuk berbagi
kebahagiaan, makan bareng, cerita bareng, seru-seruan bareng, berbagi kesusahan
bareng, menangis bersama, hang-out bersama, melakukan hal-hal konyol, bahkan
bertemu tanpa alasan pun.
Tidak dapat
dipungkiri juga semakin dewasa kita semakin banyak kegiatan yang menanti kita.
Tidak hanya kita, pasti teman kita juga memiliki kesibukannya sendiri, dengan
dunianya itu. Faktor ini yang menyebabkan kadang kita merasa jauh dari seorang sahabat, keberadaan sahabat sering kali
dipertanyakan kembali. Menurut saya inilah tingkatan teman: pertama, saat kita
duduk dibangku Sekolah Dasar teman adalah sebagai teman bermain saja, belum
bisa memnentukan arah tujuan kita selanjutnya. Disini teman hanya sebagai teman
bermain saa untuk bersenang-senang. Kedua saat kita sekolah menengah pertama,
disini peran teman hanya sebatan tempat berbagi cerita senang. Bersama-sama
melakukan hal baru yang tujuannya bersenang-senang. Ketiga saat kita berada di sekolah menengah
atas. Peran teman sedikit meningkat yaitu disini bisa memberika sedikit masukan
komentar atau pendapat, bisa mengarahkan lebih baik kita kedepannya. Teman disini
lebih mengarahkan kita ke hal-hal yang positif dan lebih baik lagi. Selain untuk
berbagi juga, teman masa ini lebih bisa memilih-memilih lagi kegiatan mana yang
baik dan tidak. Keempat teman saat kita kuliah, seperti apa teman saat ini? Teman
saat ini adalah persaingan. Bukan hanya memikirkan hanya aku kamu, kita saja. Tapi
kebanyakan ini tentang “aku” bukan “kita”.
Apakah dengan
aku ada untuk kamu itu adalah sebuah teman. Sering kali perasaan malu maupun
sungkan masih disembunyikan. Bukankah kalau sudah berteman itu kita bisa lebih
terbuka untuk lebih jujur untuk setiap halnya? Agar tidak terjadi kesalah
pahaman. Bahkan untuk sebagian orang tidak saling memahami untuk satu sama
lainnya. Untuk mengerti diri sendiri saja kadang itu sulit, lantas bagaimana
bisa kita mengerti perasaan orang lain. Kepekaan hati itu lah yang dibutuhkan. Saling
berbagi menjadi lebih baik. Sikap keterbukaan antara sahabat menjadikan
semuanya lebih enak. Saling menjaga perkataan. Menurunkan ego sendiri untuk
kepentingan bersama. Bahkan kadang kecemburuan pun terjadi di pertemanan. Bersenanglah
atas kebahagiaan temanmu atas yang mereka miliki.
Sedikit dari saya
Bertemanlah dengan
teman yang bisa membawa amu kejalan yang lebih baik
Berteman itu
mudah, aku mengerti, memahami kamu, kamu
mengerti aku memahamiku
Bertemanlah yang
tidak menyusahkan
Berteman itu
kepada siapa saja, bukan dari siapa dianya
Mempunyai teman
itu indah dan menyenangkan
Bermusuhan dengan
teman itu hal biasa,,,,, sabarkanlah
Teman yang baik
tidak mengumbar privasi temannya
Saran saya:
Jangan sepenuhnya
percaya kepada orang lain
………………………………………………………………..………………………………..................I’m
crazy now
0 Komentar:
Posting Komentar