Tampilkan postingan dengan label yeh main pyar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yeh main pyar. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

for you again

i don't know when
i can nnot recall
themoment when you've got my head spinning
it began with athough or two
but the accumulating thoughts of you
have me slighty perplexed
it could be nothing
it must be just trivial thought
it's become awkward trying to convince myself
is it love?
if you feel the same
is it the beginning?
my heart keeps on telling me that i love you
for the whole world to hear
my heart is shouting out loud
why has it taken this long for me to hear it?
just like we were destined to meet
we have finally found love ass well

now abot my heart
efen if i were to explain it to you
the only way to understand it would be to become me
however, since i am already within you
as you are within  me
we may already be accustomed to each other

when i think back
there have been many heart racing moments
as much as i am late in realizing them
i will make them up to you

i will be with you
and create wonderful memories as your gift
don't ever leave me
i feel insecure even for a moment without you
stay by my side
since i have fallen in love with you
and only you already

Sabtu, 27 Juli 2013

For someone

By loving you

i still don't understand love
so i can't get any closer
but why my foolish heart
keep pounding?
I'm haunted by you again and again
i just can't get away
this hopeless love
hurts my heart so much
going from day to night
you're all i think about
being so pitiful and silly
what should i do?
the heart follows love
what am i going to do?
this hopeless love
hurts my heart so much
going from day to night
you're all i think about
being so pitiful and silly
what should i do?
the day when my pain fades away
will that day ever come?
being so pitiful and silly
what can i do after all?
the moonlight is so beautiful
i just can't get away
let me lie down by your side for a moment
a moment, just a moment


RDK

Sabtu, 18 Mei 2013

Rabu, 15 Mei 2013


Rabu, 15 Mei 2013

Dalam Diam Mu

Aku melihatmu disudut sana, dimana kau berada dalam hitungan jarak didepanku, menatapku kaku ketika ku buka pintu rumah miliknya, lalu mengikuti langkah kakiku memberikan ruang untuk memulai sebuah pembicaraan dengan mencari posisi berjarak lebih yang menurut kamu itu kenyamanan kamu.

Aku masih terdiam beberapa lama melihatmu saat ini berada disisiku, berada didekatku dan itupun aku harus merelakan bahwa sebentar lagi waktunya kita berpisah lagi.

Lama aku masih terdiam terpaku, melihatmu, ENTAH, aku tak bisa berucap didepanmu, aku terdiam, tertunduk malu, bukan ini bukan malu, ini adalah rasa bahagia yang ku sembunyikan jauh di suatu tempat lain dihatiku. Tempat itu yang sekarang hanya kamu yang bisa memilikinya. Tempat dimana hanya ada aku dan kenangan ku da nada kamu sebagai penawarnya.

Aku masih terdiam,ketika kamu mulai berbicara. Aku terdiam melihatmu, aku melihatmu ketika kamu mmelihatku, dan kepercayaan akan hatiku yang telah hilang dulu, kini muncul lagi, bahkan kepercayaan itu tak pernah aku hilangkan sekejappun. Tak ada yang mampu menggoyahkan kepercayaanku terhadapmu.

Aku terdiam, aku masih terdiam, ketika aku mulai mencari alasan untuk bertanya. Tak ada alasan apapun, taka da pertanyaan. Hanya sebuah keyakinan kalau kamu masih memilikiku dan akupun masih memilikimu. Dan aku terus terdiam, memulai khayalanku yang lama tak berujung “ANDAIKAN”!!ya andaikan tak ada jarak antara kita, pastikan kalau hari ini kita bahagia.

Aku terdiam melihatmu sosok yang lama kunantikan hadirnya, sosok yang ku benci, sosok yang kusayang, dan seseorang yang kurindukan dalam setiap langkah kakiku. Dimanapun aku berada kamu menjadikanku lebih bersamamu, meskipun kita dalam jarak.

Ketika kumulai berbicara, aku menyesal melakukannya. Kalau saja waktu bisa berubah saat itu, aku tak akan membicarakannya. Aku akan terus terdiam. Aku akan biarkan diriku terdiam menatapmu, menguatkan hatiku bahwa kamu tak akan kembali lagi disini.

Aku terdiam melihat matamu, disitu kutemukan kedamaian. Di matamu aku melihat keresahan atasku. Aku terdiam aku tersenyum, aku percaya kamu masih miliki rasa itu.

Aku masih terdiam dalam jarakku bergejolak dalam hati, memikirkan cara bagaimana cara untuk mencegahmu agar tak pergi saat ini. Hingga benar benar saatnya kau melangkahkan kakimu pergi dariku. Kuhanya terdiam, aku merasakan kau ingin pergi saat itu, tapi hatimu masih ingin tetap tinggal. Ku terdiam, ingin mencegahmu, tapi aku tak punya arti lagi.

Aku tersenyum sekali lagi dengan kepergianmu, dengan menindukkan kepala, menyesali apa yang telah kuperbuat untukmu, aku mersa bersalah. Kini kau berpaling kepadaku. Kamu jalan mendekatiku, hingga tak ada jarak lagi antara kita. Aku masih terdiam membisu tak berucap. Mungkin kamu merasakan apa yang kurasakan saat itu. Aku menyukainya. Ya aku benar-benar merindukannya. Aku disampingnya saat itu, aku melihat senyumnya, aku melihat semangatnya, aku melihat dirinya dalam diriku, aku benar-benar berada disisinya. Dan aku mulai tersenyum untuknya

Andaikan taka da batasan, andaikan taka da jarak lagi, andaikan kesalahanku terhapuskan. Aku akan terus mengatakan kalau aku masih disini bersamanya.

Dan begitu waktu terus berjalan tanpa kompromi, saat yang aku khwatirkan datang juga. Dia meminta izin kepadaku untuk pergi dariku saat ini. Meninggalkan aku yang sendiri saat itu. Aku terdiam lagi tak berkata. Ingin kuucapkan “Selamat Tinggal” untukmu tapi hati ini tak berkuasa atas semuanya. Dan aku melihat langkah demi langkahmu menjauh.. dengan keadaan ini, aku memanggilmu, aku benar-benar memanggilmu, aku memanggilmu lagi dan lagi, tapi langkahmu tak terhentikan olehku. Kamu yang tadi berjarak denganku sekarang berjarak lebih jauh dan bayangmu lama lama memudar dari pandangan mataku dan menghilang.

Dan aku tersenyum untukmu hari itu, untuk waktu yang kau sempatkan untukku. Untuk perasaan yang kau berikan dank au tinggalkan untukku..

                                                                                                                                                             RR