By loving you
i still don't understand love
so i can't get any closer
but why my foolish heart
keep pounding?
I'm haunted by you again and again
i just can't get away
this hopeless love
hurts my heart so much
going from day to night
you're all i think about
being so pitiful and silly
what should i do?
the heart follows love
what am i going to do?
this hopeless love
hurts my heart so much
going from day to night
you're all i think about
being so pitiful and silly
what should i do?
the day when my pain fades away
will that day ever come?
being so pitiful and silly
what can i do after all?
the moonlight is so beautiful
i just can't get away
let me lie down by your side for a moment
a moment, just a moment
RDK
Sabtu, 27 Juli 2013
Selasa, 23 Juli 2013
Mengejar Mimpi
Gara-gara suka nonton ftv nih jadi suka sama lagunya yovie n nuno.
Mengejar Mimpi
ayookkk nyanyi sama-sama :)
Dan semenjak ada dia
Kamu bukan kamu yang seperti dulu
Tiada lagi kisah indah
Dan kini ku sendiri berteman bayangmu
Malam kini berganti sunyi sepi untukku
Meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
Meski kini cintamu bukan aku
Dan kini aku tahu
Jendela hatimu tertutup untukku
Ingin ku lihat lagi
Wajah yang selalu ku rindu
Ingin rasa aku berlari
Walau hanya mengejar mimpi oooh
(meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku)
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
(meski kini cintamu bukan aku)
Ooo meskipun engkau tlah pergi (pergi)
Mungkin takkan kembali (kembali)
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
Meski kini cintamu bukan aku
Meski kini cintamu bukan aku
Mengejar Mimpi
ayookkk nyanyi sama-sama :)
Dan semenjak ada dia
Kamu bukan kamu yang seperti dulu
Tiada lagi kisah indah
Dan kini ku sendiri berteman bayangmu
Malam kini berganti sunyi sepi untukku
Meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
Meski kini cintamu bukan aku
Dan kini aku tahu
Jendela hatimu tertutup untukku
Ingin ku lihat lagi
Wajah yang selalu ku rindu
Ingin rasa aku berlari
Walau hanya mengejar mimpi oooh
(meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku)
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
(meski kini cintamu bukan aku)
Ooo meskipun engkau tlah pergi (pergi)
Mungkin takkan kembali (kembali)
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
Meski kini cintamu bukan aku
Meski kini cintamu bukan aku
Senin, 22 Juli 2013
Kesuksesan
Kesuksesan
Masih ingatkah
kalian dengan pepatah buah jatuh tidak jauh dri pohonnya?
Ini sering kali dikaitkan dengan
keberadaan orang tua dengan anaknya. Seperti pada umumnya kehadiran seorang
anak itu begitu diharapkan. Begitu juga dalam kehidupan nantinya. Pasti semua
orang menginginkan mempunyai anak yang sukses dalam kehidupannya, juga anak
yang berbakti kepada orang tua. Kebanyakan banyak orang mengkaitkan kesuksesan
itu dengan materi. Dengan memiliki uang yang banyak, mobil, rumah mewah, maka itulah
penilaian tingkat kesuksesan seseorang pada umumnya.
Tidak dapat dipungkiri materi untuk
hidup di dunia ini sangat dibutuhkan. Bahkan itu menjadi faktor utama
dikehidupan ini. Sebenarnya tingkat kesuksesan sendiri itu tidak dilihat dari
seberapa banyak materi yang kita miliki, tetapi kesuksesan menurut saya itu
terletak pada seberapa orang itu dianggap berguna dan penting bagi kehidupan
orang lain.
Banyak hal yang mempengaruhi tingkat
kesuksesan seseorang.
Tidak ada orangtua yang tidak
mengharapkan anaknya sukses, pasti mereka mempunyai impiannya sendiri. Tapi terkadang
justru mereka sepenuhnya kurang berpartisipasi dalam membantu kesuksesan
anaknya. Padahal disini peran orang terdekat yaitu orangtua sangat diperlukan
untuk mencapai puncak kesuksesan.
Menurut saya banyak orang tua yang
hanya sekedar menjadi penyedia fasilitas saja, dengan memberikan dan
menyediakan semua yang dibutuhkan anaknya. Misalkan saja, orangtua yang
bertanggung jawab membiayai anaknya sekolah dan harus sekolah sampai kejenjang
yang lebih tinggi. Tujuan dan maksud orang itu memang berbeda-beda, beberapa
ada yang memeang menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, tapi
tak banyak juga mereka hanya mementingkan status sosial saja. Pendidikan sebagai
tren, dan mengangkat sosialnya, meskipun itu kadang memakan biaya yang mahal
sekalipun mereka sanggup melakukan. Bahkan nama tingkat pendidikanpun itu
menjadi sebuah kepentingan tersendiri. Sebagai penyedia fasilitas, seagian
orangtua mungkin beranggapan kalau anaknya tercukupi dari segi fasilitasnya itu
mungkin cukup membantu, tapi dimana peran orang tua? Apakah seorang anak
menggunakan fasilitas itu dengan baik? Atau palah disalah gunakan? Menyediakan les
privat, memelikan gadgets penunjang dan lainnya. Seharusnya dalam hal ini
orangtua lebih mengawasi perkembangan anaknya. Tidak ada salahnya jika kadang orangtua turut serta
mengajarkan kepada anaknya. Memberikan contoh yang baik.
Kembali ketopik tadi yaitu tingkat
kesuksesan. Kadang orang tua terlalu memaksakan kehendaknya, dengan
menginginkan anak menjadi seperti dirinya atau bahkan lebih dari dirinya, tanpa
melihat kondisi maupun kemampuan anaknya tersebut. Hal ini bisa menjadikan
seorang anak menjadi tekanan batin untuk mengikuti kemauan orangtuanya, apalagi
yang katanya kalau tidak mau menurut maka banyak hal-hal yang harus
dipertimbangkan lagi. Menurut saya dalam hal ini komunikasi orang tua dan anak
itu harus berjalan dengan baik, bagaimana bisamereka saling memahami kalau
mereka tidak saling mengerti satu sama lain. Ini juga tergantung dari sifat
individu masing-masing entah itu dari si anak tersebut maupun si orang tuanya. Sebaiknya
dalam hal ini orang tua jangan terlalu memaksakan kehendaknya, mereka bisa
menanyakan terlebih dahulu apa yang diinginkan anaknya. Dan peran oran tua
disini, harus serba hati-hati ini menyangkut tentang masa depan anaknya, mereka
harus bisa membimbing, mengarahkan kepada anaknya tentang pilihan yang telah
dibuatnya. Jangan ada salah komunikasi, karena nantinya bisa fatal sekali. Dan
jangan juga memaksakan kehendak untuk mengikuti kemauan oang tua itu sendiri,
karena jika dalam hal ini sang anak tidak mau, maka dia bisa menjalaninya
dengan setengah hati bahkan tidak pernah minati hal yang telah dipilihkan. Ini bisa
menjadikan alasan anak selalu menyalahkan orangtua terhadap pilihannya. Dan sebagai
seorang anak juga harus mempertimbangkan pilihan orang tua juga, karena
orangtua lebbih berpengalaman dan mereka menentukan pilihan itu tidak mungkin menentukan
pilihan yang buruk untuk anaknya. Jadi harus difikirkan matang-matang lagi.
Lalu ada pertanyaan seperti ini: bagaimana
jika orangtua selalu mengeluhkan tentang kemampuan anaknya yang berbeda dari
anaknya yang lain?
Ya begini begini saya uraikan lagi. Ini
sebagai contoh saja. Misalkan satu keluarga itu terdiri dari seorang ayah yang
bekerja sebagai seorang dosen sekaligus konsultan sedangkan ibunya adalah seorang
ibu rumah tangga biasa, mereka memiliki 3 anak. Anak ketiga duduk di SMA favorit di Daerahnya, bahkan dia terkenal
dengan selalu mendapatkan juara, orang
tua mana yang tidak bangga mempunyai anak seperti itu, anak yang bisa
dibanggakan dan di elu-elukan keberadaannya. Disamping itu Anak kedua menjadi
bekerja di perusahaan milik negara, gajinya lumayan besar. Orang tua ini juga
bangga memiliki rasa bangga yang cukup tinggi. Nah disini anak pertama mereka,
anak pertama ini memilih menjadi sorang designer dan sangat tertarik untuk
berwirausaha, dan juga kehidupan sosial disekitarnya. Dalam hal ini orang tua (Ayah)
ini lebih membanding-bandingkan hidup mereka bertiga, bahkan ayah mereka
sedikit malu dengan keberadaan anak pertamanya. Jarang sekali melakukan
komunikasi dengan anak pertamanya. Karena dulu anaknya tak mau mengikuti
kemauan ayahnya.
Untuk kasus ini, tentunya menjadi
anak pertama itu adalah tantangan yang berat, bagaimana caranya agar anak
pertama membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa dia bisa mencapai
kesuksesannya sendiri, dengan pilihan yang dipilihnya sendiri.
Sebagai orangtua sebaiknya jangan ada
perbandingan diantara mereka, jika mereka merasa tidak bangga maupun tidak
menganggap diri kita, itu tandanya mereka juga mencela dirinya sendiri, karena buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya.
Ya mungkin untuk kasus diatas anak kedua dan ketiga mendapatkan warisan yang
baik-baik dari mereka, sedangkan anak pertama, mendapatkan warisan yang buruk. Apakah
ini menjadi kesalahan anaknya?? sebaiknya lebih subyektif lagi untuk menilai
sesuatu. Apalagi ini menyangkut tentang
perasaan seseorang yaitu anak sendiri. Akan lebih sakit lagi kalau ternyata
orang terdekat yang menyakitinya.
Jadi sekarang buat orang tua,
mencobalah untuk memperbaiki diri ya….jangan semata-mata menyalahkan anaknya
terus, lebih baik dibicarakan agar lebih jelas :) sehingga tidak muncul
fikiran-fikiran negative yang tak baik.
Sedikit mengingat nenek saya pernah
mengatakan dalam pembicaraannya dengan tetangganya
Ibaratkan
saja telur ayam, meskipun masih dalam satu produk ada yang menetas, ada juga
yang busuk, ada yang halus, ada juga yang retak. Karena memang didunia ini tidak ada
yang sempurna…
Jadi silahkan anda berfantasi dengan
fikiran-fikiran anda sendiri. Jangan menyalahkan kedua orangtua yak.. Tapi menyayangi
kedua orang tua itu wajib lho… :)
Eits.. ini saya sudah sampai
kemana-mana ya ceritanya.. ini sih Cuma pendapat saya saja. Tadi sebenarnya Cuma
terlintas saja fikiran kalau besok saya pengen banget menjadi ibu, teman dan
kakak sekaligus untuk anakku nantinya,. :)
Semoga menkmati……..
22 Juli 2013
rdk
Jumat, 19 Juli 2013
Apakah ini kesalahan saya?
Apakah
ini kesalahan saya?
Apakah
ada salahnya jika saya bertingkah laku sesuai dengan diri saya?
Saya
tahu diri saya berbeda dengan yang lainnya. Apakah itu sebuah kesalahan?
Apakah
saya harus menuruti kemauan mereka, agar tak membicarakanku, dengan mengikuti
segala aturan mereka demi kebahagiaan mereka, sedangkan aku tak bahagia dengan
keadaanku saat itu. Haruskah itu saya lakukan?
Bukankah
lebih baik menjadi diri sendiri daripada menjadi orang lain dan meniru orang
lain?
Setiap
manusia tidak ada yang sempurna, begitu juga saya, ataupun bahkan itu kamu.
Tidak
pantas jika seseorang terlalu menghakimi bahkan menghukum orang lain, mungkin
karena gaya bicaranya, gaya rambut, gaya pakaian, gaya berdandan, semua yang
dikenakan dan dimilikinya. Bayangkan jika keadaannya dibalik. Jika anda menjadi
seseorang yang selalu diamati bahkan dimata-matai oleh orang banyak untuk
setiap yang anda lakukan? Bukankah itu menjadikan anda rishi dengan mereka? Bayangkan
jika setiap keahagiaan yang seharusnya dia dapatkan kini berubah menjadi sebuah
kasihan.
Apakah itu menjadi sebuah kesalahan
lagi?
Setiap
orang memiliki kesenangan yang berbeda-beda, sebagai cewek memakai rok itu
adalah hal biasa, memakai make up, berhias itu hal yang wajar, mengoleksi
baju-baju, mengoleksi tas-tas, mengoleksi jam, mengoleksi sepatu, itu hal wajar
yang dimiliki masing-masing orang. Ini berkaitan dengan kesenangan orang
tersebut, bukan untuk pamer atau apa, ini menyangkut kenyamanan dan kebahagiaan
diri sendiri atas pemakainya. Lantas jika ada seseorang yang tak menyukai itu,
apakah itu kesalahan saya?
Memang
kesederhanaan itu leih baik. Tapi bagaimana dengan menyesuaikan keadaan?
Sekaang
kembali ke saya lagi. Saya tetaplah saya, saya mendengar apa yang mereka
katakana terhadap diri saya, itu sebagai kritikan yang membangun buat saya,
tapi inilah saya, saya tidak mau menjadi orang lain. Biarkan saya tetap menjadi
saya sendiri, dan biarkan saja mereka mengatakan hal apapun, tersenyum itu
lebih baik, dan yang penting jangan saya berkelakuan seperti mereka. Kalau
tidak berarti itu sama saja saya dengan mereka.
Bagaimana bisa kamu membahagiakan orang
lain kalau dirimu sendiri tidak bahagia
Minggu, 07 Juli 2013
Kemampuan?
Apa Kemampuan Mu??
Itu adalah kata-kata sederhana tapi
susah untuk menjawabnya
It’s all about me!!
Begini kronologisnya!!
“Bagaimana kau bisa membahagiakan orang lain,
jika dirimu sendiri pun tak bahagia”
Beberapa aku melakukan penelitian
layaknya seorang yang ahli, bukan mengenai penelitian yang dianggap orang lain
itu penting, bahkan yang menurut orang lain itu taka da gunanya untuk mereka.
Ini tentang penelitian tentang Aku.
Aku mencari tahu siapa sosokku sendiri, aku tak mengenali diriku sendiri, itu
lah aku. Layaknya seorang manusia yang mempunyai dua sisi. Begitu juga
denganku, kadang aku bisa menjadi begitu mencintai juga kadang membenci suatu
hal, bisa berbuat baik ataupun buruk sekalipun. Bahkan melakukan suatu hal yang
bertentangan dengan hatiku sendiri. Tanpa melihat hal itu baik atau buruk
untukku.
Aku mempunyai keinginan, tentang hidup
ini dan hidupku setelah ini. Memilih, menerima, memberi, meminta, hal telah aku
lakukan. Semakin hari selama waktu tetap berjalan, selama itu juga aku
mendapatkan sebuah pelajaran. Pelajaran yang tak aku dapatkan dari guru
manapun, kecuali pada diriku sendiri. Ini tentang pelajaran hidupku. Ya sekali lagi ini hidupku!!
Sejak kecil aku bersikap biasa, aku tak
terlalu pandai untuk mata pelajaran tertentu, tapi selama duduk dibangku
Sekolah Dasar, aku selalu mendapatkan rangking, apalagi guruku yang selalu
menyuruhku untuk mengikuti lomba ini dan itu. Aku tak pernah menjadi diriku
saat itu juga. Pada dasarnya aku tak suka dipuji-puji orang lain atas apa yang
ada didalah diriku. Dan sejak itulah aku mulai berulah. Aku mulai sedikit
melanggar. Bukan melanggar yang tak baik tetapi melanggar sedikit aturan untuk
mencari tahu siapa sesungguhnya diriku.
Selama memasuki SMP dan SMA aku jauh
dari kata mendapat rangking. Dan itu tidak membuat aku kecewa, aku lebih asik
sama duniaku sekarang. Sewaktu SMP aku suka sekali main dengan temanku, ya
mungkin itu karena faktor usia juga, memang saat itu waktunya untuk bermain. Kedua
orangtua ku kadang memarahiku, karena aku sering pulang terlambat, tapi
disitulah aku menemukan sedikit dari diriku. Belajar belum menjadi prioritas
utamaku. Apalagi waktu itu aku lebih suka membuat desain pakaian. Aku lebih
suka menghabiskan waktu untuk menggambar pakaian. Untuk kelas satu SMP aku
masih malu untuk setiap hal yang aku lakukan. Kelas Dua SMP aku mulai
bertingkah laku seperti anak cowok, dengan gaya rambut ala cowok dan tentunya
aksesoris ala cowoknya, untuk sementara aku bahagia dengan diriku saat
itu,disinilah aku mencapai masa yang biasa disebut masa nakal-nakalnya. Tapi masih
sebatas nakal yang wajar ya!!! Saat kelas Tiga SMP, rambutku agak panjang,
disini, aku lebih kelihatan feminim, aku mengubah tatanan rambutku, mengubah
seragamku lebih baik lagi dan lebih rapi, terus mulai memakai anting cewek yang
saat itu lagi nge-tren banget,sepatu
cewek yang penuh warna, dan saya suka memakai sesuatu yang serasi. Saat ini aku
mengurangi kegiatanku diluar, aku lebih suka dirumah, mengikuti les privat
karena sebentar lagi ada uas. Begitulah, aku merasa sedikit kehilangan diriku
lagi, kemudian aku diterima di SMA yang tak jauh dari SMP ku juga, yang bisa
dibilang SMA ku itu tempat ngungsinya anak-anak SMP ku, karena memang mayoritas
SMA itu yang dituju. Aku masuk dikelas X.7. Dan disini rasanya nyaman sekali,
semua terasa menyatu, dengan segala kelucuan keunikan yang dimiliki teman teman
semua. Kenaikan kelas, aku masuk ke XI IPA 1 kalau temen-temen manggilnya sih
(Sepatu) hehe…seneng baget bisa masuk ke IPA. Tapi disini saya punya kendala,
yaitu belajar Fisika. Guruku berganti lagi. Dia pintar tapi tak bisa menyampaikan
dengan baik. Ini menjadikanku untuk menambah jam Fisikaku dengan les dengan
teman maupun belajar bareng dengan guru lainnya. Bahagia sekali disini. Kelas XII,
aku merasa sedikit takut, disinilah aku mulai memikirkan tentang yang namanya Masa Depan. Ya saat itu aku duduk di
kelas XII IPA 2. Aku mulai sedikit semangat untuk kelas 3 ini, hingga saat
penentuan untuk mendaftar perguruan tinggi. Pertama aku mendaftar di Polines
sampai 3 kali, tapi tak pernah berhasil masuk, ada saja halangan saat aku mau
mengikuti ujian. Kedua aku mendaftar di STIS, itu juga aku mendapat sedikit
gangguan saat melakukan proses ujian tertulis. Ketiga aku mengikuti SNMPTN Utul
, aku udah ragu, saat itu juga aku mulai berfikir lagi, tentang apa kemampuan
ku? Apa yang aku bisa? Apa yang berguna dari diriku? Aku sempat meragukan
diriku sendiri, tapi saat itulah aku mulai berdoa, dan dengan kesungguhan hati,
kau yakin sekali kalau aku pasti bisa masuk ke Universitas Negri, dan akhirnya
kesempatan itu diberikan kepadaku. Kalau boleh jujur, ini tidak sesuai
harapanku. Ya jurusan ini aku tak begitu menyukainya. Tapi ibuku
menyukainya,bahkan mendukungnya! Ayahku menawarkan untuk mendaftar lagi
diperguruan tinggi lainnya, tapi banyak hal lagi yang harus aku pertimbangkan
lagi. Ya akhirnya saya menerimanya dengan hati yang sedikit memaksa. Dan ini bukanlah
akhir dari semuanya! Masih ada kesempatan dan harapan untuk membuat diriku
bahagia terlebih dahulu. aku tahu bagaimana cara menyenangkan diriku sendiri.
Selama
ini aku masih bertanya tentang apa kemampuanku?
Saya tahu bagaimana kekurangan ku. Tapi
aku susah untuk menemukan kelebihanku.
Sekarang saat ini dan selanjutnya aku
hanya ingin membuat orang yang ada disampingku merasa bahagia dan nyaman dengan
kehadiranku. Setidaknya aku sedikit berguna untuk mereka semua, baik itu dengan
cara sekecil apapun yang tak pernah terfikirkan.
Untuk harapanku yang pernah aku lupakan
sampai saat ini, aku masih menunggunya. Suatu saat dunia bisa aku kuasai, eh
maksudnya harapanku bisa terkabul. Dan untuk orang-orang yang pernah
meragukanku, tunggulah aku saat itu.
Karena memang sekarang ini aku belum
menemukan diriku sendiri, aku belum mengerti kemampuanku sendiri,aku ingin
membahagiakan diriku dahulu.
Berbahagialah untuk setiap yang kamu miliki
And wait for my time
Karena semua hal mempunyai waktunya
sendiri…………………….
RDK
Rabu, 03 Juli 2013
Sebaiknya Teman?
Sebaiknya Teman
Ya tak ada
seorang manusia yang hidup tanpa teman. Atau yang lebih dikenal dengan nama
trennya yaitu sahabat atau best friend. Sejatinya apa itu sahabat?? Apakah
mereka benar-benar ada atau hanya sebuah formalitas saja? Mengapa dianggap
sebagai formalitas? Ya karena kehadirannya. Tidak dapat dipungkiri kehadirannya
kadang ada maupun tidak ada.
Seiap orang
punya ceritanya sendiri-sendiri, untuk berbagi sebuah ceritanya, cerita seding,
senang, bahagia, galau, perasaan mereka membutuhkan seorang teman untuk
berbagi. Kadang posisi teman ini mengalahkan posisi kedua orang tua sendiri.
Kadang kita merasa lebih nyaman berbagi cerita dengan teman yang sebaya maupun
yang memiliki jarak usia yang tak cukup jauh dari kita.
Lantas bagaimanakah
teman itu berkembang menjadi teman sejati?
Pastinya kita
memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda dengan orang lain. Untuk
menutupi kekurangan kita itu, kita membutuhkan soerang teman, apalagi yang
awalnya kalau manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup
sendiri-sendiri. Kehadiran seorang teman sangat dibutuhkan. Untuk berbagi
kebahagiaan, makan bareng, cerita bareng, seru-seruan bareng, berbagi kesusahan
bareng, menangis bersama, hang-out bersama, melakukan hal-hal konyol, bahkan
bertemu tanpa alasan pun.
Tidak dapat
dipungkiri juga semakin dewasa kita semakin banyak kegiatan yang menanti kita.
Tidak hanya kita, pasti teman kita juga memiliki kesibukannya sendiri, dengan
dunianya itu. Faktor ini yang menyebabkan kadang kita merasa jauh dari seorang sahabat, keberadaan sahabat sering kali
dipertanyakan kembali. Menurut saya inilah tingkatan teman: pertama, saat kita
duduk dibangku Sekolah Dasar teman adalah sebagai teman bermain saja, belum
bisa memnentukan arah tujuan kita selanjutnya. Disini teman hanya sebagai teman
bermain saa untuk bersenang-senang. Kedua saat kita sekolah menengah pertama,
disini peran teman hanya sebatan tempat berbagi cerita senang. Bersama-sama
melakukan hal baru yang tujuannya bersenang-senang. Ketiga saat kita berada di sekolah menengah
atas. Peran teman sedikit meningkat yaitu disini bisa memberika sedikit masukan
komentar atau pendapat, bisa mengarahkan lebih baik kita kedepannya. Teman disini
lebih mengarahkan kita ke hal-hal yang positif dan lebih baik lagi. Selain untuk
berbagi juga, teman masa ini lebih bisa memilih-memilih lagi kegiatan mana yang
baik dan tidak. Keempat teman saat kita kuliah, seperti apa teman saat ini? Teman
saat ini adalah persaingan. Bukan hanya memikirkan hanya aku kamu, kita saja. Tapi
kebanyakan ini tentang “aku” bukan “kita”.
Apakah dengan
aku ada untuk kamu itu adalah sebuah teman. Sering kali perasaan malu maupun
sungkan masih disembunyikan. Bukankah kalau sudah berteman itu kita bisa lebih
terbuka untuk lebih jujur untuk setiap halnya? Agar tidak terjadi kesalah
pahaman. Bahkan untuk sebagian orang tidak saling memahami untuk satu sama
lainnya. Untuk mengerti diri sendiri saja kadang itu sulit, lantas bagaimana
bisa kita mengerti perasaan orang lain. Kepekaan hati itu lah yang dibutuhkan. Saling
berbagi menjadi lebih baik. Sikap keterbukaan antara sahabat menjadikan
semuanya lebih enak. Saling menjaga perkataan. Menurunkan ego sendiri untuk
kepentingan bersama. Bahkan kadang kecemburuan pun terjadi di pertemanan. Bersenanglah
atas kebahagiaan temanmu atas yang mereka miliki.
Sedikit dari saya
Bertemanlah dengan
teman yang bisa membawa amu kejalan yang lebih baik
Berteman itu
mudah, aku mengerti, memahami kamu, kamu
mengerti aku memahamiku
Bertemanlah yang
tidak menyusahkan
Berteman itu
kepada siapa saja, bukan dari siapa dianya
Mempunyai teman
itu indah dan menyenangkan
Bermusuhan dengan
teman itu hal biasa,,,,, sabarkanlah
Teman yang baik
tidak mengumbar privasi temannya
Saran saya:
Jangan sepenuhnya
percaya kepada orang lain
………………………………………………………………..………………………………..................I’m
crazy now
Langganan:
Komentar (Atom)