Minggu, 02 September 2012

Indonesia Di Jajah 3,5 Abad Hanya Karena Sebuah Buku?


Tahukah Anda bahwa karena sebuah bukulah maka bangsa Belanda bisa sampai di Nusantara dan melakukan penjajahan atas bumi yang kaya raya ini selama berabad-abad? Buku tersebut berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien , yang ditulis Jan Huygen van Linshoten di tahun 1595.

Inilah kisahnya :Jauh sebelum Eropa terbuka matanya mencari dunia baru, warga pribumi Nusantara hidup dalam kedamaian. Situasi ini berubah drastis saat orang-orang Eropa mulai berdatangan dengan dalih berdagang, namun membawa pasukan tempur lengkap dengan senjatanya. Hal yang ironis, tokoh yang menggerakkan roda sejarah dunia masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Paus yang berbeda. Pertama, Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.

Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib ini. Merupakan fakta jika jauh sebelum Eropa berani melayari samudera, bangsa Arab telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara. Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu zat utama dalam ritual pembalseman para Fir’aun di Mesir pada abad sebelum Masehi, didatangkan dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatera tengah.

Dari pertemuan peradaban inilah bangsa Eropa mengetahui jika ada satu wilayah di selatan bola dunia yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yang tidak terdapat di belahan dunia manapun. Negeri itu penuh dengan karet, lada, dan rempah-rempah lainnya, selain itu Eropa juga mencium adanya emas dan batu permata yang tersimpan di perutnya. Tanah tersebut iklimnya sangat bersahabat, dan alamnya sangat indah. Wilayah inilah yang sekarang kita kenal dengan nama Nusantara. Mendengar semua kekayaan ini Eropa sangat bernafsu untuk mencari semua hal yang selama ini belum pernah didapatkannya.

Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas. Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua kapling untuk dianeksasi. Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi. Ini memberikan Dunia Baru—kini disebut Benua Amerika—kepada Spanyol. Afrika serta India diserahkan kepada Portugis. Paus menggeser garis demarkasinya ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugis. Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda.

Sebelumnya, jika dua kekuatan yang tengah berlomba memperbanyak harta rampokan berjumpa tepat di satu titik maka mereka akan berkelahi, namun saat bertemu di Maluku, Portugis dan Sanyol mencoba untuk menahan diri. Pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal membuat perjanjian Saragossa yang menetapkan garis anti-meridian atau garis sambungan pada setengah lingkaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari kepulauan Maluku, di sekitar Guam.

Sejak itulah, Portugis dan Spanyol berhasil membawa banyak rempah-rempah dari pelayarannya. Seluruh Eropa mendengar hal tersebut dan mulai berlomba-lomba untuk juga mengirimkan armadanya ke wilayah yang baru di selatan. Ketika Eropa mengirim ekspedisi laut untuk menemukan dunia baru, pengertian antara perdagangan, peperangan, dan penyebaran agama Kristen nyaris tidak ada bedanya. Misi imperialisme Eropa ini sampai sekarang kita kenal dengan sebutan “Tiga G”: Gold, Glory, dan Gospel. Seluruh penguasa, raja-raja, para pedagang, yang ada di Eropa membahas tentang negeri selatan yang sangat kaya raya ini. Mereka berlomba-lomba mencapai Nusantara dari berbagai jalur. Sayang, saat itu belum ada sebuah peta perjalanan laut yang secara utuh dan detil memuat jalur perjalanan dari Eropa ke wilayah tersebut yang disebut Eropa sebagai Hindia Timur. Peta bangsa-bangsa Eropa baru mencapai daratan India, sedangkan daerah di sebelah timurnya masih gelap.

Dibandingkan Spanyol, Portugis lebih unggul dalam banyak hal. Pelaut-pelaut Portugis yang merupakan tokoh-tokoh pelarian Templar (dan mendirikan Knight of Christ), dengan ketat berupaya merahasiakan peta-peta terbaru mereka yang berisi jalur-jalur laut menuju Asia Tenggara. Peta-peta tersebut saat itu merupakan benda yang paling diburu oleh banyak raja dan saudagar Eropa. Namun ibarat pepatah, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, maka demikian pula dengan peta rahasia yang dipegang pelaut-pelaut Portugis. Sejumlah orang Belanda yang telah bekerja lama pada pelaut-pelaut Portugis mengetahui hal ini. Salah satu dari mereka bernama Jan Huygen van Linschoten. Pada tahun 1595 dia menerbitkan buku berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis, yang memuat berbagai peta dan deksripsi amat rinci mengenai jalur pelayaran yang dilakukan Portugis ke Hindia Timur, lengkap dengan segala permasalahannya.

Buku itu laku keras di Eropa, namun tentu saja hal ini tidak disukai Portugis. Bangsa ini menyimpan dendam pada orang-orang Belanda. Berkat van Linschoten inilah, Belanda akhirnya mengetahui banyak persoalan yang dihadapi Portugis di wilayah baru tersebut dan juga rahasia-rahasia kapal serta jalur pelayarannya. Para pengusaha dan penguasa Belanda membangun dan menyempurnakan armada kapal-kapal lautnya dengan segera, agar mereka juga bisa menjarah dunia selatan yang kaya raya, dan tidak kalah dengan kerajaan-kerajaan Eropa lainnya.

Pada tahun 1595 Belanda mengirim satu ekspedisi pertama menuju Nusantara yang disebutnya Hindia Timur. Ekspedisi ini terdiri dari empat buah kapal dengan 249 awak dipimpin Cornelis de Houtman, seorang Belanda yang telah lama bekerja pada Portugis di Lisbon. Lebih kurang satu tahun kemudian, Juni 1596, de Houtman mendarat di pelabuhan Banten yang merupakan pelabuhan utama perdagangan lada di Jawa, lalu menyusur pantai utaranya, singgah di Sedayu, Madura, dan lainnya. Kepemimpinan de Houtman sangat buruk. Dia berlaku sombong dan besikap semaunya pada orang-orang pribumi dan juga terhadap sesama pedagang Eropa. Sejumlah konflik menyebabkan dia harus kehilangan satu perahu dan banyak awaknya, sehingga ketika mendarat di Belanda pada tahun 1597, dia hanya menyisakan tiga kapal dan 89 awak. Walau demikian, tiga kapal tersebut penuh berisi rempah-rempah dan benda berharga lainnya.

Orang-orang Belanda berpikiran, jika seorang de Houtman yang tidak cakap memimpin saja bisa mendapat sebanyak itu, apalagi jika dipimpin oleh orang dan armada yang jauh lebih unggul. Kedatangan kembali tim de Houtman menimbulkan semangat yang menyala-nyala di banyak pedagang Belanda untuk mengikut jejaknya. Jejak Houtman diikuti oleh puluhan bahkan ratusan saudagar Belanda yang mengirimkan armada mereka ke Hindia Timur. Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945.Semoga menambah wawasan kita semua.

Sumber: Indonesia Di Jajah 3,5 Abad Hanya Karena Sebuah Buku?

Minggu, 26 Agustus 2012

sebuah hati


Kepada setiap manusia, pastinya pernah berbuat salah, kemudian menyesal, dan mereka kan menangis untuk menyesalinya, dan mereka juga berdoa kepada Tuhan-Nya untuk tak mengulanginya lagi.

Ketika itu saya tahu bagaimana rasanya ditinggalkan seseorang yang pernah dekat sama saya. Dan itu rasanya membuat hati tak mau untuk terus berhenti berharap n memikirkannya. Ketika q masih menikmati kesedihan ini, ketika ku tak mau bangkit lagi, ketika q rasa nyaman diposisi ini, sedangkan sebenarnya hati tak menginginkannya, hati kecilku inginkan yang lain, ingin kan perubahan, ingin berhenti berlarut-larut, ingin berhenti bersedih, ketika hatiku juga merindukan setiap waktuku yang ku lalui untuk selalu tersenyum, ketika q inginkan kembali kekeadaan ke jiwaku sebelumnya, ketika q selalu menatap dengan senyuman, q ingin kan semua itu, dan q pasti bisa mendapatkannya.

Sekarang buat apa menangis lagi, buat apa terus bersedih, buat apa mengingat semua kenangan indah, kalau kita sudah melangkah menjauh, kenangan itu cukup disimpan dan tak perlu tuk diingat lagi, karena itu Cuma kan buat kau semakin trepuruk dari duniamu.

Keinginan hati yang semakin berkobar, memadamkan semuanya, hilanglah semua kata-kata lalu, kini q benar-benar baru tuk melangkah kedepan, ketika q rasakan hanya sendiri disini dan q memaknai arti sebuah kehilangan. Kehilangan dirimu itu taka pa buatku. q masih bisa membuangnya rasa itu. tapi bagaimana jika kehilangan orangtuamu? Pernahkah kau membayangkannya? Ketika mereka mengandung kita, membawa kesana kemari, memberikanmu makan untuk kau hidup, memberikanmu kasih sayang, memberikan mu sejuta senyuman yang belum tentu bisa kau balaskan. Ketika mereka bekerja keras untuk kamu, untuk masa depanmu, untuk buat kau bahagia, ketika tangannya selalu merengkuhmu dalam setiap pelukannya, ketika kau tenang disisinya, ketika kau sakit dan mereka merawatmu, ketika dia melindungimu. Meski kadang cara mereka kau tak tahu artinya itu dank au belum memahami, ketika kau marah padanya, ketika kau melukai hatinya dan membuat nya menangis? Apa yang bisa kau perbuat, bahwa ketika kau berkata “maaf” maka sebenarnya mereka tak pernah membencimu, mereka kan dengan mudahnya memaafkanmu. Betapa besar kasih sayang mereka kepadamu? Pernahkah kau membayangkannya?

Lalu bagaimana? Dengan harapan yang mereka? Harapan akan anaknya sukses dan bahagia dimanapun berada? Tak banyak menuntuk, merekan kan selalu mendoakan yang terbaik. Bagaimana jika mereka telah menutup mata untuk selamanya? Sedangkan kamu belum membuktikan kepada mereka, kamu melum bemberikan yang terbaik? Kamu belum melihat senyumanya yang bangga akan kamu, kau belum berikan kebahagiaan kepada mereka. Bagaimana bisa? Kamu begitu kejam padanya? Sedang mereka tak pernah meminta apa-apa darimu? Pernahkah kau bayangkan, akankah kau kan dapatkan pelukan dari ibu kamu lagi? tak ada lagi yang memelukmu, tak ada yang mengusap air matamu saat kau menangis, tak ada candanya, tak ada lagi tangisan bahagianya? Tak ada lagi senyumannya, tak ada lagi tangan yang merengkuhmu dari dunia yang menyulitkanmu. Pernahkah kau membayangkan itu?

Dan kini q tahu kalau seseorang itu benar-benar tak ada artinya buat aku. Kau menyakiti q taka pa, tapi saat kau bawa lagi berkelana hati ini, hingga kau libatkan orangtua jika kau hanya berpura-pura dan dustai semua, maaf, hilang sudah kepercayaanku itu. semuanya.!!!! tak pernah sedikit q memberikan lagi untuk kamu.

Dan kehilangan kamu memang tak ada artinya, seseorang yang ditakdirkan untukku hanya sementara, yang belum pasti akan adanya. Yang masih tak tercapai. Awalnya Membayangkan kehilanganmu itu buatku hampa, tapi ternyata tidak. Itu menyenangkan!! Dan saat q membayangkan kedua orangtua ku, itu lebih berarti dari segalanya. Air mataku mengalir tak mau habis, betapa egoinya diriku, memikirkanmu, sedang sementara q lupa siapa q n bagaimana mereka..

Dan karena mereka lah aku disini. Kan buktikan suatu saat nanti itu benar adanya. Kini q hanya bisa berdoa memohon yang terbaik buat mereka, ayah-ibu… meskipun kadang caraku salah, maafkan aku, inilah q berusaha untuk menjadi yang terbaik. izinkan q lihat senyuman kebahagiaan atas q nanti..

Sabtu, 28 Juli 2012

Kepastian Hati

Saat itu kau masuki kehidupanku
Kau bawa semua kebahagiaan dihidupku
Kau taburkan mawar dalam hatiku
Kau hapuskan sedihku
Kau ubah semua derita jadi tawa
Dan saat q rasa miliki hatimu
Kau juga
Seperti sempurna saat kau selalu ada dihari-hariku
Saat kau selalu berada disisi
Karena entah kenapa kau seperti magnet untuk hatiku
Karena dalam setiap hembusan nafasku
Hanya kau yang q rindu
Hanya kau yang jadi tujuanku
Meski q tahu tak selamanya rasa ini milikmu
Karena sang Pemberi rasa lah yang mengerti
Dan saat kau tak ada lagi disisi
Q merindukanmu waktu itu
Q hanya tak bisa menghapus memori itu
Q hanya menyiakan kalau kita tak lagi ada
Q hanya tak tahu kemanakah harus q buang semua rasa itu
Semua kenangan itu
Semua yang kita jalinkan, seperti tak ada artinya
Dan saat q berfikir tenangkan hati
Mungkin ada rencana indah dibalik ini semua
Masih adakah artinya menunggu lagi
Bahkan untuk apa aku menunggu aku tak tahu
Buat apa aku menunggu tanpa kepastian?
Buat apa aku mengejar seorang  mahluk?
Buat apa jika kau hanya sayangiku
Mungkin dulu kan q sambut rasa ini
Tapi sekarang maafkan aku
Bukan tak lagi mencintaimu lagi
Tapi memang seharusnya rasa itu tak pernah ada
Q tak hanya butuh janji-janji
Q tak butuh seorang yang egois
Setidaknya kita masih bisa bersama
Nanti
Dan itupun mungkin
Buat apa menjalin hubungan tanpa adanya tujuan atau komitmen
Buat apa itu semua
Itu artinya sama saja
Kau inginkan aku, perhatianku,semuanya
Tapi kau tak pernah berikanku setitik cinta
Dan mungkin saat q benar-benar larut dalam keadaan ini
Kau tak bisa disisi
Kini  q tak pernah memaksamu mencintaiku
Karena cinta tak pernah datang tuk memaksa
Karena cinta tulus dari hati tuk memberi, berbagi
Kini q hadirkan aku yang baru
Tak seperti dulu
Tuk terbangkan sayap diangkasa
Tuk meraih cita
Dan tak akan pernah memikirkanmu lagi
Biarkan hujan menghapus semua jejakmu
Dan jikaupun kau beriku satu kepastian
Satu saja
Jikalau kau minta hati ini
Dan sungguh-sungguh
Ku kan lebih hargai kamu sebagai seorang mahluk
Meski kita tak bisa saat ini
Nanti
Ku kan kembali padamu
Itulah janjiku
Jika kau bisa jaga hatimu, Kan q jaga hatiku juga
Takkan q biarkan itu menjadi milikku dan takkan q bagi
Dan itupun jika masih ada satu untukku
Dan karena cintaku takkan pernah memaksamu
Meskipun begitu kita takkan bisa menyalahi takdirnya
Jika memang q adalah tulang rusukmu
Maka q kan selalu kembali padamu.
Semakin lama hari ku ini
Q semakin tahu apa arti dari semua ini
Kini kan q tanggalkan semuanya
Biarkan kau hanya seperti itu
Jadi dirimu sendiri
Dan aku telah bahagia dengan semua ini
Karena adanya mereka yang buatku tersenyum menyambut hari
Dan tak pernah q menyadarinya
Merekalah yang merengkuhku selama ini.
Sempurna milikku.
Menunggu esok hari
Menunggu nafas-nafas baru tuk meraih jiwa yang baru

Minggu, 22 Juli 2012

The History of my Village

The History of my village

Kedung Begal adalah sebuah dusun yang terletak di desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal , Semarang Jawa Tengah. Ya itulah desaku. Seperti desa-desa lainnya desaku juga mempunyai sejarahnya sendiri . Setelah menemui sumber-sumber yang bisa dipercaya,  yaitu sesepuh dari desa Kedung Begal atau Dong Begal ini, kebanyakan menceritakan hal yang sama. Yaitu bahwa ceritanya memang benar ada.

Kedung Begal atau Dongbegal terdiri dari 2 kata yaitu Kedung dan Begal. Kedung yaitu seperti pusaran air yang ada di sebuah sungai. Atau bisa juga Sungai yang dalam airnya. Sedangkan Begal adalah sejenis perampok atau penjahat yang suka menodong orang dimalam hari. Penggabungan dari kedua kata yaitu Kedung Begal. Berbagai cerita yang mengartikan Kedung Begal. Konon katanya Kedung Begal itu karena adanya cerita yaitu pada suatu hari ada pengantin yang lewat ke sungai didaerah ku itu, dan tak lama kemudian Pengantin itu meninggal, itu membuat asumsi-asumsi masyarakat bahwa Kedung/Sungai nya itu membegal atau mengambil nyawa dari pengantin itu. Dan sampai sekarang masih ada juga yang percaya cerita itu, dan mereka yang percaya itu diwajibkan melakukan ritual yaitu Jika sewaktu menikah si pengantin itu melewati Sungai, harus dikorbankan atau menyembelih seekor ayam jantan yang kemudian diceburkan ke Sungai itu.

Cerita versi lainnya tentang asal usul desa Kedung Begal yaitu karena Didesaku memang ada Kedung/ Sungai yang dalam dan disitu orang-orang jarang melewatinya yang kononnya angker, karena dalam Sungai itu juga terdapat pusaran air. Selanjutnya kata Begal yaitu karena letak desaku yang masih dibilang hutan-hutan, apalagi disebelahnya Sungai besar itu. Konon katanya dulu di desaku tak jauh dari Sungai itu ada kawanan begal yang suka merampas uang dan menodong uang kepada orang-orang yang lewat disitu terlalu larut malam. Tempat itu tak jauh dari Jembatan kecil berukuran lebar 1,5 meter dan panjang 20 meter an, yang kebetulan disitu tempatnya memang dibilang sunyi, hutan-hutan dan ada sebuah bangunan tua yang tak berpenghuni ditambah suasana gemricik air sungai. Disitu juga terdapat sebuah batu besar yang orang-orang meyebutnya Watu Ngorok. Keadaan yang sangat mendukung untuk melakukan begal. Apalagi waktu itu disitu masih jarang rumah dibangun karena memang keadaannya berada di tanjakan atau biasa dipanggil “Sengkan”. Jadi dahulu orang-orang lebih memilih untuk memilih jalan yang lebih jauh untuk pelang kerumah daripada lewat disitu.

Dan seiring dengan perkembangan teknologi dan budaya, sekarang ini cerita itu hanya dianggap sebagai mitos belaka. Tapi masih banyak juga yang mempercayainya dan harus melakukan ritual-ritual. Terutama para sesepuh. Mereka rata-rata masih mempercayainya. Sekarang tempat itu lebih baik. Jembatannya sudah dibangun yang lebih layak, dan disekitar “Sengkan” itu sudah banyak berdiri rumah penduduk meskipun hanya sebagian. Dan setelah jembatan ada Perumahan baru yang cukup ramai juga. Berangsur-angsur orang tidak memperhatikan mitos-mitos kayagituan. Meskipun kadang akupun sendiri takut melewatinya kalau harus melewati jika sewaktu pulang malam. Ya meskipun ramai, disitu masih belum dipasang lampu yang mencukupi. Kadang masih merinding juga kalu lewat.

Sekarang ini nama Kedung Begal berangsur-angsur berganti lagi namanya menjadi Rowosari itu dikarenakan di Lapangan Desaku selalu mengeluarkan air membentuk sebuah rawa. Meskipun itu rawa itu muncul hanya ketika musim penhujan saja. Lapangan yang cukup luas itu menampung banyak air sewaktu musim hujan. Dan bisa penuh sampai membanjiri jalan raya. Dan tiap rawa itu muncul itu dimanfaatkan warga untuk mendapatkan uang, yaitu dengan berjualan disitu setiap sore hari, karena letak nya yang sangat strategis, setiap sore juga banyak orang yang untuk sekedar melihat rawa, selain itu juga disediakan sebuah “getek” yang orang-orang nantinya bisa dibawa keliling rawa. Dengan cukup membayar 3000 rupiah saja. Hampir tiap sore ramai karena ada rawa itu.

Sekarang ini kesepakatan warga semua Nama Kedung Begal atau Dong Begal berubah menjadi Rowosari, meskipun begitu pada kenyataannya orang-orang lebih tahu tentang Dong Begal daripada Rowosari.

Minggu, 15 Juli 2012

Cerita Lalu Lagi

Ya.. hari ini adalah hari-hari pertama ku rasakan yang namanya jatuh cinta. Mungkin orang-orang sekarang menamakan ini hanya lah cinta monyet atau apalah.. hahah sama aja dong mereka semua dibilang monyet. Bagaimana awalnya q suka ma tuh orang q juga ga tau. Ga tahu juga..kenapa q bisa q suka. Padahal waktu itu lagi ngefans ma guru TIK q yaitu pak Tiyo. Udah berumur 35 tapi belum nikah. Bahkan kita berdua sempet digosipin. Lah tapi gimana ya. Waktu itu q deket banget ma yang namanya pak Tiyo. Dia udah q anggep sebagai kakak q sendiri. Tapi temen-temen lainnya tuh nganggepnya beda. lha saking ngefans nya tuh ma yang namanya Pak Tiyo, hari-demi hari q semakin dekat saja. Pak Tiyo juga begitu, tapi q tak pernah menganggap lebih. Banyak pengetahuan yang q dapatkan dari Pak Tiyo. Seingatku q deket sama Pak Tiyo hampir selama 2 tahunan. Itu berawal sewaktu q kelas 2 SMP. Lambat laun datang tuh guru TIK baru kebetulan juga dia Cewek. Pak Tiyo akrab banget ma guru itu. Dan q juga ngerasa fine fine saja. Toh antara kita juga gad a apa-apa :).
Ada kejadian tuh menggelikan, menjengkelkan,juga menyenangkan. Remember nih ceritanya. Hari itu adalah hari minggu dan besok senin adalah mid semester kelas. Kebetulan q udah kelas 3 SMP. Hari ini seperti biasa q pergi pagi-pagi buat les bahasa Inggris, q masuk tuh jam 8, dan jam 9 udah pulang. Disana q lihat tuh temen-temenq.. yang belum terlalu akrab ma q. namanya juga baru masuk kelas 3. Semua temennya diacak gitu. Dari sekian itu ada yang menarik perhatianku yaitu seorang cowok yang keliatannya diem sendiri. :). Ga tahu juga sapa tuh namanya meskipun satu kelas ma q. Setelah les, q pulang ma Triya yang kebetulan sekarang sekolah di STIKES KARYA HUSADA, dia ngajakin q jalan gitu. Ya dah main tuh, tapi gag asik kalau Cuma berdua. Kemudian mampir tuh kita kerumah Restrida yang ga jauh juga dari rumah Triya. Setelah berhasil membujuk Restrida, akhirnya mau juga. Kita naik motor tuh bertiga. Hoho tau sendiri gimana posisinya waktu itu. Namanya juga anak SMP masih ababil. Ga tahu tuh resikonya gimana. Kita terus aja jalan gitu. Ke arah Singorojo, jujur saja q baru lewat daerah itu dan q juga ngerasa aneh aja, ngeri jalannya.. hutan-hutan karet gitu.. Trus tiba-tiba aja ada orang dari dalaem mobil teriak “Mbak!!! Bannya kemps tuh!!”. Ya udah kita tetep jalna n nemuin tuh namanya bengkel setelah tambah angin, tiba-tiba ja q Tanya arah jalan ke Genting. Bapaknya kaya curiga gitu, mungkin pikirnya ngapain cewek cantik-cantik kaya gini mau ke daerah terpencil seperti itu..hahahaha…. Setelah panjang lebar bapaknya nerangin. Kita langsung capcus berangkat aja.
Restida: Mbak mau kemana to?
Q      : Kerumah Pak Tiyok
Triya          : Ah,edan!! Jauh yo!! Tapi ga papa juga, ayook berangkat
Dengan semangat 45 tuh kita bertiga melaju aja menuju rumah Pak Tiyo. Mpe lupa ngisi perut yang udah kelaperan nih. Dan yang bikin heboh lagi nih jalan menuju Desa Genting tuh kaya sungai kering. Batu-batuan mua, dah gitu sepi, juga tanjakan, turunan, belak belok juga kaya di Sirkuit. Haha tapi kit amah enjoy saja. Meski kadang sedikit ada penyesalan gitu. Cos dah jauh-jauh gitu belum nemuin rumah penduduk juga. Ya ada pikiran takut juga sih. Masalahnya kami bertiga juga belum pernah kesini.
Saking kuatirnya setiap ada orang yang kita temuin dejalan kita pasti menyempatkan diri untuk berhenti dan Tanya mana tuh yang Namanya Desa Genting. Menit-menit dilalui. Akhirnya ketemu juga yang namanya Pedesaan. Q lihat keramaian disitu. Desa diengah-tengan hutan karet jauh dari peradaban kayagini. Hahaha.. dari yang q lihat kayaknya ini juga baru setengah perjalanan. Q baca gapura yang ada dijalan itu.” Selamat Datang Di Desa Getas”. Yah kita sempet ragu , karena sudah lama gini Desa Genting belum juga ketemu. Hingga akhirnya q temukan pertigaan. Lah disitu q takut bener. Takut nyasar juga. Kemudian q putuskan untuk berhenti di gardu warga. Triya dan Restrida Tanya ke rumah yang ada orangnya. Nyari Dimana Desa Genting. Dengan wajah merona-kepanasan dan kecapean itu kedua temenku itu datang menghampiriku. Mereka dapat juga alamatnya. Ternyata bener belokan yang sini :). Hahaha.. itu semakin membuatku semangat lagi. Dan ayookkkk!!!!!!!! Teman kita lanjutkan perjalanan panjang ini :).
Q   : Mampus nih q!! motornya ga bisa nyala nih.. kenapa ni? Mana q ga mudeng motor juga
Restrida n Triya: Lah.. emang kenapa?
Q   :Ga tau juga ga bisa nih..
Panik juga tuh q saat itu. Mana q juga ga bawa HP, tmenq bawa hp tapi ga da pulsanya. Yah sama aja boong. Kepanikan q mulai bertambah, dan q mulai menyadari kalau ini sudah hamper sore. Kebetulan tadi q inget kita semua ngelewatin tuh yang namanya wartel. Kemudian satu dari kami terpaksa jalan kaki. Ya untung saja deket tuh jaraknya. trus karena temenku gad a yang mau ditinggal. Kami bertiga jalan bareng2 juga, ga lupa juga ma motornya mana harys nuntun juga.
Setelah dicari-cari ketemu juga yang namanya wartel..
081326791***…………(dialling)………….
Hallo Assalamualaikum.. Pak Tiyok dimana? Saya mau kerumah pak Tiyok. Tapi motornya tuh mogok gitu pak. Pak Tiyo bisa kesini? HP saya ketinggalan pak. Gimana ni pak?
Wah Pak Tiyo lagi di Bandung ni, nglatih hockey.. u bawa aja ke Bengkel depan Masjid.
Lah Pak… Ya Sudah…
DEEEERRRRR… seperti tersambar petir gitu…
Terus waktu itu juga kepanikanku mulai muncul, q dah ga tahu apa yang harus q lakuin. Motor lagi di bengkel, temen palah asik main game di hp mpe hpnya ngedrop n ujung2nya mati. Sementara q sibuk nyari jalan keluarnya. Sempet nangis juga. Gimana nih pulangnya. Q udah takut setengah mati..
Q sengaja duduk menjauh dari mereka berdua, berfikir semoga aja ada malaikat yang datang. Lama juga orang bengkel mbetulinnya, bahkan dia bilang ga bisa soalnya disini jarang yang pakai motor matic. Wah. Tambah puyeng lagi  q. q dah berusaha nenangin diri, q juga bingung, temenq juga bingung, mau gimana.
Tiba-tiba q ngeliat ada cowok lewat di jalan, sambil masih terpesona dengannya. Entah dorongan apa yang membuatku memanggilnya. Seolah-olah q udah mengenalnya.
“Agis…………………….!!!!!!!!!” Teriakku sekencang mungkin berharap dia mendengarnya. Dan well Tuhan mengabulkannya, dia akhirnya menoleh kepadaku dan seketika juga dia memutar motornya yang sudah agak jauh dariku. Dan dia datang mendekatiku.
“Loh, ngapain kamu jauh-jauh kesini? Mau kerumah siapa?”
“Q mau kerumah pak Tiyo, tapi tiba-tiba saja motorku mogok, mana q ga yahu musti gimana! Bisa tolongin ngak?”
“Maaf ya, kalau masalah motor matic q juga kurang paham, lha itu dah bener belum?”
“Belum! Ginama nih gis? Q dah ga tau mau gimana? Lha kamu mau kemana lewat disini? Dari les tadi ya?”
“Q mau pulang. Iya dari les, tapi tadi maen dulu”
“Loh, rumah u dimana to? Kog lewatnya sini?”
“Q kan masih saudaraan ma Pak Tiyo n rumahq ga jauh dari Pak Tiyo”
“Wah,, ga tau q, trus gmana ni,”
“Ya udah kamu tunggu sini saja, q mau panggil Kholik, capa tau dia bisa,,”
“Kamu mau kemana? Trus q gimana? Kamu mau ninggalin q?
“tenang aja, q mau balik dulu, njemput Kholik, nanti balik sini lagi kog, q janji!”
Kemudian Agis kembali kerumahnya, tanpa piker panjang q juga percaya saja. Q udah dalam posisi bingung sekali. Dan sempet seneng juga ada orang yang bisa nolongin gitu, sepertinya malaikatku sudah datang. Haha berkhayal dulu juga tak papa. Lama ku menunggu Agis, itu hampir 1 jam, q juga ga tahu, apa mungkin dia ga kembali lagi, atau dia dijalan lahi ada masalah, atau Kholik nya ilang atau apa? Pikiranku bener-bener kacau balau. Tak lama kemudian jam 2 siang Agis datang lagi menghampiriku. Bukan Kholik yang dibawa tapi Wisnu, katanya Kholik lagi keluar gitu. Tapi ga papa, q dah seneng banget Agis dah mau balik lagi. Tapi nihil hasilnya. Wisnu juga ga bisa apa-apa.
“Udah telfon bapaknya Tria? Bukannya buka bengkel juga?” Agis mulai tu ngeluarin suara indahnya.
“Iya juga ya, kenapa ga kepikiran dari tadi! Trus mana HP nya? Hpq ketinggalan, HP mereka juga mati.”
“Wah..hpq juga ketinggalan,. Ya udah tunggu bentar q ambil dulu HPq ya?”
“Duh gis, q ga enak banget ma kamu, q ngerasa ga enak ni, u ntar capek bolak balik gitu?”
“Dah ga papa tenang aja kog!”
Tiba-tiba Agis langsung balik lagi, untuk kedua kali ini q sangat n bener-bener kuatir. Didalam pikiranku ga mungkin kan dia balik lagi, secara tadi udah, masak sekarang mau balik lagi. Q bener-bener takut.
“Gis,,,, kamu balik kesini lagi kan??” teriakku lagi saat Agis dah mulai beranjak pergi
“Iya, tenang aja! N tunggu aja”
Seperti semula pikiran-pikiran negative itu mulai datang. Mengapa lama sekali? Mengapa q harus menunggu lagi? Pa dia bakal tepati yang kedua kalinya ini?? q ngerasa lebih ga enak lagi kalau dia bener-bener kembali lagi. Tak lama kemudia Agis kembali lagi. Dan dia langsung memberikan HP nya kepadaku, q mulai sibuk menelefon rumah Triya dan harap-harap cemas menunggu jawaban. Sampai 5 kali tapi tetep saja ga ada jawaban. Dan kami juga lelah ga ada kepastian gini.
“Rat, kamu samperin ja bapaknya Triya diBengkel”
“Maksudnya balik Ke Boja Gitu?”
“Iya”
Lah q udah nyuruh Triya biar dia yang ngrayu2 gitu, secara kan dia anaknya gitu. Tapi Triya palah ga mau, katanya kalau udah dirumah ga bakalan Boleh lagi kesini gitu alias ga boleh balik gitu itu berarti kita eh aku ditinggalin. Huft,, akhirnya q tanggungjawab nih critanya. Q yang berangkat ke Boja, dianterin ma Wisnu, tapi pakai motornya Agis, dalam hati sih pengennya juga Agis yang nganter tapi tahu dirilah, masak dah dianterin palah minta lebih, dah sukur dia nya mau nolongin gitu juga. Q dan Wisnu berangkat tuh Ke Boja, mana Wisnu naeknya kenceng banget, dah gitu jalannya lenggak lenggok, berbatu pula, wah.. tapi mau gimana lagi, q Cuma diem aja. Dalem hati juga takut banget, q juga ga begitu dekat ma Wisnu walau dia juga temen sekelasq, q sabar aja lah. Sekarang ini yang paling penting mah udah ditolongin.
Sesampainya di Boja lebih tepatnya di bengkel Petra milik bapak Triya, q jelasin semuanya, itu, dan q tahu mengapa tadi telfonnya ga diangkat. Ternyata di Bengkel lagi banyak yang harus diperbaiki. Wah q ngerasa bersalah juga. Tapi untungnya bapak Triya mau mengerti dan dia menjanjikan nanti bakal kesana. Ditunggu saja. Terus q balik ke Getas lagi. Dan lagi-lagi Wisnu naeknya kenceng banget, wah mana nih rambut sudah acak-acakkan banget ga karuan. Tapi ya sudah, makasih aja, makasih banget dia sudah mau nganterin. Q dah kebut-kebutan gini, Agis, Restrida juga Triya lagia apa? Wah wah q mulai jelezt nih.tapi bodo juga, yang penting bisa pulang dulu. Hahaha
“Gis, makasih banget ya? Q ga tahu harus gimana kalau gad a kamu. Wisnu makasih ya?”
“Iya sama-sama, tenang aja, kita kan teman! Oia, q tinggal sekarang gapapa kan?”
“Iya, gapapa, nanti ada yang mau kesini kog! Makasih banyak ya? Hati-hati dijalan ya?”
“Iya”
Kemudian Agis pulang naik dibelakang sambil mbonceng gitu. Wisnu yang didepan.
“Makasih ya Gis?” teriakku lagi,
“Iya sama-sama” Agis membalas teriak juga sambil dada gitu”
Dah seneng banget, setidaknya setelah Agis datang, q ada harapan buat balik kerumah dengan selamat. Terus disana q mulai sudah bisa senyum sedikit. Katanya Restrida dan Triya tadi si Agis sempet nanyain q juga. Wak jadi malu ni.. hehe tak lama kemudian datang lagi dua cowok yang tak lain adalah Mas Reihan n Mas Petra, wah tambah seneng juga, karena Setelah motornya dibenerin, akhirnya bisa juga! Dan kami bertiga bisa pulang lagi. Setelah memulangkan Triya n Restrida q pulang kerumah. Seperti yang q duga nyampe rumah q ditanya-tanya ma Bapak. Kenapa pulang nyampe malem, q bilang aja mbenerin motor dulu, motornya rusak, tapi q ga bilang kalau q dari Getas J setelah itu q bisa lega, nyampe rumah, belajar n berusaha nginget kejadian tadi siang. :) J J J.
Terus paginya Q temuin Pak Tiyo diruang TU, padahal itu masih jam sekolah, banyak guru-guru juga, tapi udah biasa juga, kalau q main ke meja Pak Tiyo. Q dinyain soal kejadian kemarin Minggu dan q minta saran ke Pak Tiyo buat bales budi ma Agis mau ddikasih apa gitu. Pak Tiyo bilang beliin bensin. Hah yang bener aja masak q harus bawa bensin gitu ngasih uang gitu? Emang mau kondangan? Terus pak Tiyo nyaranin dulu buat makasih dulu. Itu lebih baik sekarang ini.
Kembali ke masalah awal Sebut saja namanya Agis, ya lengkapnya Agis Findi Arka, dia lahir di Genting, Getas, Singorojo. Seingat saya nama orang tuanya adalah Parsiono dan ibunya hm… lupa juga. Agis tu anak satu-satunya. Dia tak punya kakak ataupun adik. Sejak hari itu, q selalu memikirkannya. Bukan berarti q suka sama Agis juga. Rasa ini semakin aneh saja, apalagi kalau ketemu Agis dikelas. Jantungku berdetak lebih kencang. Apakah aku menyukainya? Atau hanya sekedar kagum karena dia telah nolongin q? semakin hari semakin tambah perasaan ini, apalagi q yang menyama-nyamakan kalau dia itu mirip Pasha Ungu yang kebetulan q udah suka ma Ungu dari dulu. Tapi kata temen-temen q juga dia Agak mirip gitu.
Jujur saja sejak kejadian itu, q malu sekali ma Agis, mana dikira temen-temen q tu mau maen kerumah dia, padahal q sama sekali ga tahu kalau rumah dia juga disitu. Terus teman-teman sekelas juga semuanya pada ngledekin q gitu. Tambah malu juga q. bukannya tambah dekat q semakin hari semakin jauh sama Agis, bahkan hampir tak pernah ada komunikasi. Awalnya q anggap biasa saja, tapi lama kelamaan q ngerasa ada yang janggal. Q ngerasa ni semua ga adil. Dan q rasa q mulai menyukai Agis. Jujur saja waktu itu q belum tahu apa yang namanya jatuh cinta. Ini baru pertama kali q rasakan. Tapia apa yang q dapat, cintaku ini bertepuk sebelah tangan. Agis waktu kelas tiga itu sempat jadian juga sama Bella, adik kelas q. Entah q punya pikiran buruk darimana, q bilang ma semua temen-temen kalau Agis ga bakalan lama sama Bella, liat aja ntar juga putus.  Terus q suka aja kalau Agis jadian sama orang lain, itu tandanya Agis ga sayang ma tuh orang.! Huh kejam juga diriku ini. Dan ternyata sugesti saya benar beberapa bulan Agis putus ma Bella, dan q seneng, berarti kesempatan itu masih ada buatku.. hahaha dikit mengharap meski q tahu itu juga tak mungkin.
Setiap hari, dikelas q jauh-jauhan ma Agis, bahkan ngomong juga tak pernah tapi mau gimana lagi, q berusaha buat nyari-nyari informasi tentang dia, pernah dia itu Ga bawa buku paket Fisika, dan kebetulan lagi yang bawa 2 Cuma q n Wiwit, so Ceritanya Agis mau pinjem keq, tapi mau gimana lagi, q juga sengaja ga ngasih buku itu sebelum dia sendiri yang memulai bicara. Tapi dia juga masih malu gitu. Dan karena Pak Mur udah ngeliatin gitu, ntar dikiranya q ga mau minjemin, terus dengan berat hati q dulu yang ngasih tuh buku. Tapi senengnya juga Agis mau senyum ke q. yah lumayan lah.
Sebelumnya q lupa alurnya gimana q  hanya mencoba tuk mengingat-ingat moment yang dulu pernah q alami.
Q juga masih ingat sewaktu q mulai mencoba xmx Agis pertama kali, dan itu juga palah salah sambung ke kakak sepupunya yang bernama Vari. Q padahal udah berharap banget itu Agis tapi ga tahunya palah kakaknya, tapi ga papa, dengan begitu q juga bisa dapatkan informasi yang lebih diluar Sekolahan. Vari sangat welcome ma q, q juga sempet penasaran ma Dia, soalnya kadang hal yang dilakukan diia ma Agis itu hampir sama. Tapi tak lama kemudian, q dapatkan lagi nomornya Agis, disitu q beranikan xmx dia, dan kali ini benar, Agis sendiri si pemilik nomer itu. Q mulai dengan ucapan makasih, terus q mulai Tanya nomernya Vari itu, dan ternyata itu juga bener kalau itu bukan dia, tapi jujur saja selama itu, q palah jadi dekat ma Vari. Tapi hatiku juga buat Agis, q sudah menganggap Vari sebagai kakakku, karena memang harusnya begitu. Dia 5 tahun diatasku. Perkenalan kami hanya Cuma lewat xmx dan telfon doang, sempet dia ngajakin ketemuan, tapi q belum siap, n jujur saja q paling ga suka ketemuan-ketemuan ma cowok gitu, kecuali yang special-spesial aja,,,hehehe
Hari-hari q lewatin tuh, dilain sisi q juga ke Vari kalau q suka ke Agis dan Vari sangat mendukung q, tapi mau gimana kalau Agisnya tak suka? Terus waktu itu ada temanku yang bilang kalau Agis sebenarnya tu juga suka ma kamu, tapi dia takut ngatainnya, dia takut nanti kalau kamu ninggalin dia gittu, sempet seneng juga, tapi q juga tak mau terlalu berharap dulu. Pada kenyataannya Agis tak pernah memberikan respon yang positif buatku. Dia selalu menjauh dan semakin menjauh. Q udah mulai bersikap biasa saja, tiap hari q juga pura-pura cuek ma dia, begitu juga dia ke q, dan q ngejalanin ini sampai q hampir Ujian Nasional SMP.
Waktu itu hari Sabtu q pulang telat jam 2 an gara-gara ada piket kelompok tambahan seusai sekolah, q musti ngepel n nyapu kelas bersama Restrida, Wiwit, Vivi, Devi Kasjo dan Triya Cuma nemenin doang coz kita beda kelas.kebetulan juga tadi habis ada pensi, jadi kelas tu kotor banget.  Habis tu tanda tangan dan kebetulan juga Guru piket hari Sabtu Itu Pak Tiyo. Wah jadi mesti q pulangnya tambah telat gara-gara mampir ke Meja Pak Tiyo dulu sekedar cerita-cerita gitu. Sebelum q bener-bener pulang, q pamitan dulu ma Guru-guru semua tak Kecuali Pak Tiyo juga ada Pak Adi guru guru Fisika sekaligus Guru paling Ganteng se Sekolah, dah Ganteng, tinggi, kalem, sabar, baik pokoknya lah,, termasuk guru favoritq. Mana ga suka di ajarin ma guru setampan itu. Jadi semangat aja kalau pelajaran Fisika,, hehehe. Lah setelah pamitan q kan jalan sendiriian, seperti biasa mencari bus yang lewat n berharap juga kalau dapat bus yang bagus juga. Sebelum sampai pangkalan tempat bus, q kan ngelewatin kolam renang Boja yang tak jauh dari SMP q, dari jauh q liat cowok pakai baju Ungu pakai topi, terus lagi duduk didepan warung menghadap kearahku, dan dengan seketika dia membuang sesuatu dari tangannya yang q duga itu adalah rokok, dan kemudian dia juga turunin kakainya yang tadinya sedang bersila. Setelah itu dia berdiri dan buru-buru masuk ke Warung itu lagi. Wah q sempat kaget juga, kenapa Agis sampai segitunya gara-gara ngeliat q gitu. Hm… setidaknya seneng juga dah bisa liat dia walau Cuma bentar. Sampai juga q di dalem bus, seperti biasa q duduk paling belakang Ujung dekat jendela. Disitu q keluarkan HP q, n q tersenyum sendiri, Jadi keingat tadi siang q kan ada acara pensi, bukannya ngeliat acara pensi tapi q sama Wiwit palah mencari dimana Agis berada waktu itu. Dan ternyata dia lagi Main Basket sama temen-temen sekelas gitu. Dan hal yang menguntungkan lagi, n buat q ketawa-ketawa sendiri yaitu q berusaha mengambil gambar Agis, dan alhasil Seharian itu q dapatkan gambar Agis yang sedang main basket. Dan saat dia ketawa-ketawa sama teman-teman. Ngeliad dia ketawa q juga ikutan seneng. Apakah ini beneran cinta? Atau hanya Cuma seperti yang orang bilang kalau ini Cuma cinta monyet? Cinta sesaat yang kapanpun bisa hilang?
Waktu berjalan sangat cepat hingga tiba waktunya Ujian nah sewaktu ujian hari pertama q Lihat Agis tu mbagi-mbagiin bawang putih gitu. Konyol banget ceritanya, semua anak dikasih kecuali q. hm.. sedih juga sih, tapi ga papa, ngeliahat dia senyum ketawa gitu juga seneng rasanya.
“Nih, q ngambil bawang putih punya ibuku, nanti dibawa biar pengawasnya ngantuk” Teriak Agis sambil diledekin temen-temen gitu.
Sumpah q juga ikut ketawa ngelihat tingkah Agis, Ujian sudah hampir selesai, dan itu artinya q harus pergi jauh dari Agis, tah nantinya kita belum tentu satu sekolah lagi. Kebetulan q sudah diterima di SMA 1 Boja, lama q tak menghubungi Agis, waktu itu q beranikan diri buat telfon Agis, dan setelah cerita panjang lebar ternyata dia juga ndaftar di SMA 1. Padahal q berharap dia itu ga 1 sekolahan lagi maq, supaya q mudah tuk ngelupainnya.
Lagi MOS, bt banget, mana biasanya pulang jam 12 sekarang harus pulang jam 2 siang, mana siangnya juga harus ada Apel lagi. Wah sabar aja deh, ini Cuma 1 minggu. Singkat cerita q masuk di X.7 dan Agis di X.1. tak tahu kenapa waktu itu q masih saja terbayang-bayang sama dia, waktu itu q juga sempat membelikan sebuah Topi, sebagai tanda terimakasih q, dan dengan senang hati Agis mau memakai topi itu, waktu kenaikan kelas XI, semua kelas X mengadakan drama, dan kelas q mengambil judul Snow White, dan tanpa diduga-duga Agis itu ikutan main dikelasQ, itu tanda Tanya sangat besar buatku. Kenapa dia dikelas Q dan tidak dikelas dia? Dan tak lama q cari informasi tentang itu. Dan akhirnya Citra temenku yang kebetulan 1 kelas sama dia itu kasih tahu kalau Agis lagi ada masalah keluarga. Itu juga buat ku shock, terus tanpa sadar q mulai xmx Agis dan q coba biar Agis mau cerita ma Q, dan tanpa q duga Agis mau cerita semuanya. Ya itu buatku sedikit senanglah. Tak lama kemudian keluarga dia mulai membaik. Dan dia mulai ngejauh lagi dari itu, ya q maklum saja setidaknya q diberi kesempatan buat deket ma Agis.
Pernah 1 minggu q panas dingin, q juga ga tahu kenapa, mau apa-apa males juga, jadi ga semangat sekolah juga, hampir tiap hari q berada di UKS, dang a tahu juga akhir akhir itu q juga jarang ketemu ma Agis di Sekolah. Dan ternyata Agis dirawat di Puskesmas, kemarin kecelakaan gitu. Itu q juga tahu dari Vari kakak sepupu dia, seketika q nangis juga, dan  q punya rencana buat njenguk dia. Tapi q urungkan niatku, q titip salam aja lewat Vari. Q sadar setelah q mengetahui kalau Agis sakit, perasaanku lebih baik, perlahan panas badanku mulai hilang. Apakah ini yang disebut dengan feeling? Kenapa aku harus merasakannya? Mungkin ini adalah pertanda buatku. Aku sangat mengagumi Agis, sangat, bahkan q sudah tak bisa mengartikan apa itu kagum dan suka. Tapi q juga tak pernah berharap lebih kepada Agis, q Cuma ingin menjadi sahabat terbaiknya, q ingin menjadi tempat dimana dia butuhkan.
Singkatnya q suka ma Agis hampir 4 tahun, Dia menjadi semangatku selama ini. dan beruntungnya q bisa mengenalnya. Karena meski kita terpisah jarak, dia baik banget. Dia tak pernah menjelek2an aku, dia sangat menjaga perasaan setiap wanita, dan itu salah satu sifat yang q kagumi dari dia. Selama SMA, q pernah beberapa kali mempunyai seorang kekasih, tapi tak tahu kenapa, entah hati ini tak mau yang lain juga tak mau menyakiti perasaan ini, q selalu jaga hati ini buat Agis, meski Agis sendiri tak tahu. Q punya kekasih, tapi hatiq hanya untuk Agis, palah q ngerasa kalau q dah nghianatin perasaan ini, perasaan yang sudah lama q jaga. Setiap q melangkah q hanya memikirkannya. Perasaan seperti apakah ini. apakah aku benar-benar menyukainya, menyukai Agis, atau aku hanya tergoda dengannya? Atau aku hanya kagum saja?? Aku menjaga perasaan ini. selama ini hampir 4 tahun. Dan itu tanpa respon dari dia, untuk sekedar tersenyum saja itu bagaikan mendapatkan sebuah kehangatan.
Kini q tahu, bukan saat nya aku tuk mengharapkannya lagi, aku tahu kalau hubungan ini tak akan pernah sendiri. Biarlah ini menjadi kenangan tersendiri. Biarkan aku yang memilikinya dalam hatiku. Aku hanya orang yang mengungkapkan perasaan melalui puisi puisi, tanpa meminta tuk membalasnya, dan aku menikmati rasa ini. suatu saat nanti aku pasti kan tersenyum membaca coretan ini. betapa indahnya dulu, kejadian-kejadian yang tak diduga, kejadian kejadian yang mungkin menurut sebagian orang adalah memalukan. Aku menikmatinya.
Aku merubah semuanya, dan kini q dapatkan hubungan yang lebih baik antara aku dan Agis, “TEMAN”, ya itu adalah hubungan yang sangat baik buat kita. Dan kedepannya aku ingin kan yang lebih baik, tak Cuma antara aku dan dia, tapi semuanya.
Sekilas mengingat saja itu waktu dulu q suka ma cowok yang namanya Agis, ya Q suka sama dia , q juga ga tahu alasannya, tapi sekarang keadaannya lebih baik, dan q tak mau merusaknya. Tak bermaksud membohongi diri, q pernah juga jatuh cinta yang kedua. Makasih buat Agis,, setidaknya dulu q punyai semangat dari kamu.. dan sekarang kita bisa saling support tuk capai impian. Ku kan doakan kau selalu, bahagiamu juga bahagiaku, Bukan maksudku untuk mengharapkanmu lagi tapi karena kita adalah Teman……. J J J