The History of my village
Kedung Begal adalah sebuah dusun yang terletak di desa Meteseh
Kecamatan Boja Kabupaten Kendal , Semarang Jawa Tengah. Ya itulah desaku. Seperti
desa-desa lainnya desaku juga mempunyai sejarahnya sendiri . Setelah menemui
sumber-sumber yang bisa dipercaya, yaitu
sesepuh dari desa Kedung Begal atau Dong Begal ini, kebanyakan menceritakan hal
yang sama. Yaitu bahwa ceritanya memang benar ada.
Kedung Begal atau Dongbegal terdiri dari 2 kata yaitu Kedung dan Begal.
Kedung yaitu seperti pusaran air yang ada di sebuah sungai. Atau bisa juga
Sungai yang dalam airnya. Sedangkan Begal adalah sejenis perampok atau penjahat
yang suka menodong orang dimalam hari. Penggabungan dari kedua kata yaitu
Kedung Begal. Berbagai cerita yang mengartikan Kedung Begal. Konon katanya
Kedung Begal itu karena adanya cerita yaitu pada suatu hari ada pengantin yang
lewat ke sungai didaerah ku itu, dan tak lama kemudian Pengantin itu meninggal,
itu membuat asumsi-asumsi masyarakat bahwa Kedung/Sungai nya itu membegal atau
mengambil nyawa dari pengantin itu. Dan sampai sekarang masih ada juga yang
percaya cerita itu, dan mereka yang percaya itu diwajibkan melakukan ritual
yaitu Jika sewaktu menikah si pengantin itu melewati Sungai, harus dikorbankan
atau menyembelih seekor ayam jantan yang kemudian diceburkan ke Sungai itu.
Cerita versi lainnya tentang asal usul desa Kedung Begal yaitu karena
Didesaku memang ada Kedung/ Sungai yang dalam dan disitu orang-orang jarang
melewatinya yang kononnya angker, karena dalam Sungai itu juga terdapat pusaran
air. Selanjutnya kata Begal yaitu karena letak desaku yang masih dibilang
hutan-hutan, apalagi disebelahnya Sungai besar itu. Konon katanya dulu di
desaku tak jauh dari Sungai itu ada kawanan begal yang suka merampas uang dan
menodong uang kepada orang-orang yang lewat disitu terlalu larut malam. Tempat itu
tak jauh dari Jembatan kecil berukuran lebar 1,5 meter dan panjang 20 meter an,
yang kebetulan disitu tempatnya memang dibilang sunyi, hutan-hutan dan ada
sebuah bangunan tua yang tak berpenghuni ditambah suasana gemricik air sungai. Disitu
juga terdapat sebuah batu besar yang orang-orang meyebutnya Watu Ngorok. Keadaan
yang sangat mendukung untuk melakukan begal. Apalagi waktu itu disitu masih
jarang rumah dibangun karena memang keadaannya berada di tanjakan atau biasa
dipanggil “Sengkan”. Jadi dahulu orang-orang lebih memilih untuk memilih jalan
yang lebih jauh untuk pelang kerumah daripada lewat disitu.
Dan seiring dengan perkembangan teknologi dan budaya, sekarang ini
cerita itu hanya dianggap sebagai mitos belaka. Tapi masih banyak juga yang
mempercayainya dan harus melakukan ritual-ritual. Terutama para sesepuh. Mereka
rata-rata masih mempercayainya. Sekarang tempat itu lebih baik. Jembatannya sudah
dibangun yang lebih layak, dan disekitar “Sengkan” itu sudah banyak berdiri
rumah penduduk meskipun hanya sebagian. Dan setelah jembatan ada Perumahan baru
yang cukup ramai juga. Berangsur-angsur orang tidak memperhatikan mitos-mitos
kayagituan. Meskipun kadang akupun sendiri takut melewatinya kalau harus melewati
jika sewaktu pulang malam. Ya meskipun ramai, disitu masih belum dipasang lampu
yang mencukupi. Kadang masih merinding juga kalu lewat.
Sekarang ini nama Kedung Begal berangsur-angsur berganti lagi namanya
menjadi Rowosari itu dikarenakan di Lapangan Desaku selalu mengeluarkan air
membentuk sebuah rawa. Meskipun itu rawa itu muncul hanya ketika musim penhujan
saja. Lapangan yang cukup luas itu menampung banyak air sewaktu musim hujan. Dan
bisa penuh sampai membanjiri jalan raya. Dan tiap rawa itu muncul itu
dimanfaatkan warga untuk mendapatkan uang, yaitu dengan berjualan disitu setiap
sore hari, karena letak nya yang sangat strategis, setiap sore juga banyak
orang yang untuk sekedar melihat rawa, selain itu juga disediakan sebuah “getek”
yang orang-orang nantinya bisa dibawa keliling rawa. Dengan cukup membayar 3000
rupiah saja. Hampir tiap sore ramai karena ada rawa itu.
Sekarang ini kesepakatan warga semua Nama Kedung Begal atau Dong Begal
berubah menjadi Rowosari, meskipun begitu pada kenyataannya orang-orang lebih
tahu tentang Dong Begal daripada Rowosari.
0 Komentar:
Posting Komentar