Minggu, 07 Juli 2013

Kemampuan?



Apa Kemampuan Mu??
Itu adalah kata-kata sederhana tapi susah untuk menjawabnya

It’s all about me!!
Begini kronologisnya!!
 “Bagaimana kau bisa membahagiakan orang lain, jika dirimu sendiri pun tak bahagia”
Beberapa aku melakukan penelitian layaknya seorang yang ahli, bukan mengenai penelitian yang dianggap orang lain itu penting, bahkan yang menurut orang lain itu taka da gunanya untuk mereka. Ini tentang penelitian tentang Aku. Aku mencari tahu siapa sosokku sendiri, aku tak mengenali diriku sendiri, itu lah aku. Layaknya seorang manusia yang mempunyai dua sisi. Begitu juga denganku, kadang aku bisa menjadi begitu mencintai juga kadang membenci suatu hal, bisa berbuat baik ataupun buruk sekalipun. Bahkan melakukan suatu hal yang bertentangan dengan hatiku sendiri. Tanpa melihat hal itu baik atau buruk untukku.

Aku mempunyai keinginan, tentang hidup ini dan hidupku setelah ini. Memilih, menerima, memberi, meminta, hal telah aku lakukan. Semakin hari selama waktu tetap berjalan, selama itu juga aku mendapatkan sebuah pelajaran. Pelajaran yang tak aku dapatkan dari guru manapun, kecuali pada diriku sendiri. Ini tentang pelajaran hidupku. Ya sekali lagi ini hidupku!!

Sejak kecil aku bersikap biasa, aku tak terlalu pandai untuk mata pelajaran tertentu, tapi selama duduk dibangku Sekolah Dasar, aku selalu mendapatkan rangking, apalagi guruku yang selalu menyuruhku untuk mengikuti lomba ini dan itu. Aku tak pernah menjadi diriku saat itu juga. Pada dasarnya aku tak suka dipuji-puji orang lain atas apa yang ada didalah diriku. Dan sejak itulah aku mulai berulah. Aku mulai sedikit melanggar. Bukan melanggar yang tak baik tetapi melanggar sedikit aturan untuk mencari tahu siapa sesungguhnya diriku.

Selama memasuki SMP dan SMA aku jauh dari kata mendapat rangking. Dan itu tidak membuat aku kecewa, aku lebih asik sama duniaku sekarang. Sewaktu SMP aku suka sekali main dengan temanku, ya mungkin itu karena faktor usia juga, memang saat itu waktunya untuk bermain. Kedua orangtua ku kadang memarahiku, karena aku sering pulang terlambat, tapi disitulah aku menemukan sedikit dari diriku. Belajar belum menjadi prioritas utamaku. Apalagi waktu itu aku lebih suka membuat desain pakaian. Aku lebih suka menghabiskan waktu untuk menggambar pakaian. Untuk kelas satu SMP aku masih malu untuk setiap hal yang aku lakukan. Kelas Dua SMP aku mulai bertingkah laku seperti anak cowok, dengan gaya rambut ala cowok dan tentunya aksesoris ala cowoknya, untuk sementara aku bahagia dengan diriku saat itu,disinilah aku mencapai masa yang biasa disebut masa nakal-nakalnya. Tapi masih sebatas nakal yang wajar ya!!! Saat kelas Tiga SMP, rambutku agak panjang, disini, aku lebih kelihatan feminim, aku mengubah tatanan rambutku, mengubah seragamku lebih baik lagi dan lebih rapi, terus mulai memakai anting cewek yang saat itu lagi nge-tren banget,sepatu cewek yang penuh warna, dan saya suka memakai sesuatu yang serasi. Saat ini aku mengurangi kegiatanku diluar, aku lebih suka dirumah, mengikuti les privat karena sebentar lagi ada uas. Begitulah, aku merasa sedikit kehilangan diriku lagi, kemudian aku diterima di SMA yang tak jauh dari SMP ku juga, yang bisa dibilang SMA ku itu tempat ngungsinya anak-anak SMP ku, karena memang mayoritas SMA itu yang dituju. Aku masuk dikelas X.7. Dan disini rasanya nyaman sekali, semua terasa menyatu, dengan segala kelucuan keunikan yang dimiliki teman teman semua. Kenaikan kelas, aku masuk ke XI IPA 1 kalau temen-temen manggilnya sih (Sepatu) hehe…seneng baget bisa masuk ke IPA. Tapi disini saya punya kendala, yaitu belajar Fisika. Guruku berganti lagi. Dia pintar tapi tak bisa menyampaikan dengan baik. Ini menjadikanku untuk menambah jam Fisikaku dengan les dengan teman maupun belajar bareng dengan guru lainnya. Bahagia sekali disini. Kelas XII, aku merasa sedikit takut, disinilah aku mulai memikirkan tentang yang namanya Masa Depan. Ya saat itu aku duduk di kelas XII IPA 2. Aku mulai sedikit semangat untuk kelas 3 ini, hingga saat penentuan untuk mendaftar perguruan tinggi. Pertama aku mendaftar di Polines sampai 3 kali, tapi tak pernah berhasil masuk, ada saja halangan saat aku mau mengikuti ujian. Kedua aku mendaftar di STIS, itu juga aku mendapat sedikit gangguan saat melakukan proses ujian tertulis. Ketiga aku mengikuti SNMPTN Utul , aku udah ragu, saat itu juga aku mulai berfikir lagi, tentang apa kemampuan ku? Apa yang aku bisa? Apa yang berguna dari diriku? Aku sempat meragukan diriku sendiri, tapi saat itulah aku mulai berdoa, dan dengan kesungguhan hati, kau yakin sekali kalau aku pasti bisa masuk ke Universitas Negri, dan akhirnya kesempatan itu diberikan kepadaku. Kalau boleh jujur, ini tidak sesuai harapanku. Ya jurusan ini aku tak begitu menyukainya. Tapi ibuku menyukainya,bahkan mendukungnya! Ayahku menawarkan untuk mendaftar lagi diperguruan tinggi lainnya, tapi banyak hal lagi yang harus aku pertimbangkan lagi. Ya akhirnya saya menerimanya dengan hati yang sedikit memaksa. Dan ini bukanlah akhir dari semuanya! Masih ada kesempatan dan harapan untuk membuat diriku bahagia terlebih dahulu. aku tahu bagaimana cara menyenangkan diriku sendiri.
Selama ini aku masih bertanya tentang apa kemampuanku?
Saya tahu bagaimana kekurangan ku. Tapi aku susah untuk menemukan kelebihanku.
Sekarang saat ini dan selanjutnya aku hanya ingin membuat orang yang ada disampingku merasa bahagia dan nyaman dengan kehadiranku. Setidaknya aku sedikit berguna untuk mereka semua, baik itu dengan cara sekecil apapun yang tak pernah terfikirkan.

Untuk harapanku yang pernah aku lupakan sampai saat ini, aku masih menunggunya. Suatu saat dunia bisa aku kuasai, eh maksudnya harapanku bisa terkabul. Dan untuk orang-orang yang pernah meragukanku, tunggulah aku saat itu.

Karena memang sekarang ini aku belum menemukan diriku sendiri, aku belum mengerti kemampuanku sendiri,aku ingin membahagiakan diriku dahulu. 

Berbahagialah untuk setiap yang kamu miliki
And wait for my time
Karena semua hal mempunyai waktunya sendiri…………………….

RDK

Rabu, 03 Juli 2013

Sebaiknya Teman?



Sebaiknya Teman

Ya tak ada seorang manusia yang hidup tanpa teman. Atau yang lebih dikenal dengan nama trennya yaitu sahabat atau best friend. Sejatinya apa itu sahabat?? Apakah mereka benar-benar ada atau hanya sebuah formalitas saja? Mengapa dianggap sebagai formalitas? Ya karena kehadirannya. Tidak dapat dipungkiri kehadirannya kadang ada maupun tidak ada.

Seiap orang punya ceritanya sendiri-sendiri, untuk berbagi sebuah ceritanya, cerita seding, senang, bahagia, galau, perasaan mereka membutuhkan seorang teman untuk berbagi. Kadang posisi teman ini mengalahkan posisi kedua orang tua sendiri. Kadang kita merasa lebih nyaman berbagi cerita dengan teman yang sebaya maupun yang memiliki jarak usia yang tak cukup jauh dari kita.

Lantas bagaimanakah  teman itu berkembang menjadi teman sejati?
Pastinya kita memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda dengan orang lain. Untuk menutupi kekurangan kita itu, kita membutuhkan soerang teman, apalagi yang awalnya kalau manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Kehadiran seorang teman sangat dibutuhkan. Untuk berbagi kebahagiaan, makan bareng, cerita bareng, seru-seruan bareng, berbagi kesusahan bareng, menangis bersama, hang-out bersama, melakukan hal-hal konyol, bahkan bertemu tanpa alasan pun.

Tidak dapat dipungkiri juga semakin dewasa kita semakin banyak kegiatan yang menanti kita. Tidak hanya kita, pasti teman kita juga memiliki kesibukannya sendiri, dengan dunianya itu. Faktor ini yang menyebabkan kadang kita merasa jauh dari seorang  sahabat, keberadaan sahabat sering kali dipertanyakan kembali. Menurut saya inilah tingkatan teman: pertama, saat kita duduk dibangku Sekolah Dasar teman adalah sebagai teman bermain saja, belum bisa memnentukan arah tujuan kita selanjutnya. Disini teman hanya sebagai teman bermain saa untuk bersenang-senang. Kedua saat kita sekolah menengah pertama, disini peran teman hanya sebatan tempat berbagi cerita senang. Bersama-sama melakukan hal baru yang tujuannya bersenang-senang.  Ketiga saat kita berada di sekolah menengah atas. Peran teman sedikit meningkat yaitu disini bisa memberika sedikit masukan komentar atau pendapat, bisa mengarahkan lebih baik kita kedepannya. Teman disini lebih mengarahkan kita ke hal-hal yang positif dan lebih baik lagi. Selain untuk berbagi juga, teman masa ini lebih bisa memilih-memilih lagi kegiatan mana yang baik dan tidak. Keempat teman saat kita kuliah, seperti apa teman saat ini? Teman saat ini adalah persaingan. Bukan hanya memikirkan hanya aku kamu, kita saja. Tapi kebanyakan ini tentang “aku” bukan “kita”.

Apakah dengan aku ada untuk kamu itu adalah sebuah teman. Sering kali perasaan malu maupun sungkan masih disembunyikan. Bukankah kalau sudah berteman itu kita bisa lebih terbuka untuk lebih jujur untuk setiap halnya? Agar tidak terjadi kesalah pahaman. Bahkan untuk sebagian orang tidak saling memahami untuk satu sama lainnya. Untuk mengerti diri sendiri saja kadang itu sulit, lantas bagaimana bisa kita mengerti perasaan orang lain. Kepekaan hati itu lah yang dibutuhkan. Saling berbagi menjadi lebih baik. Sikap keterbukaan antara sahabat menjadikan semuanya lebih enak. Saling menjaga perkataan. Menurunkan ego sendiri untuk kepentingan bersama. Bahkan kadang kecemburuan pun terjadi di pertemanan. Bersenanglah atas kebahagiaan temanmu atas yang mereka miliki.

Sedikit  dari saya
Bertemanlah dengan teman yang bisa membawa amu kejalan yang lebih baik
Berteman itu mudah, aku mengerti, memahami  kamu, kamu mengerti aku memahamiku
Bertemanlah yang tidak menyusahkan
Berteman itu kepada siapa saja, bukan dari siapa dianya
Mempunyai teman itu indah dan menyenangkan
Bermusuhan dengan teman itu hal biasa,,,,, sabarkanlah
Teman yang baik tidak mengumbar privasi temannya

Saran saya:
Jangan sepenuhnya percaya kepada orang lain

………………………………………………………………..………………………………..................I’m crazy now