Ketika aku mengetahui semuanya. Hal yang tak pernah ingin aku
ketahui kebenarannya. Hal yang membuat luka ini kini telah bersarang
difikiranku dan mengganggu setiap
langkahku. Jikala itu semua memang sebuah keputusannya dan inilah yang
terbaik. Maka memang inilah yang telah dituliskanNya. Bahkan untuk menyakiti
hati setiap insan.
Seharusnya ini bukan untuk kami. Kami masihlah belia untuk
mengetahui itu. Seharusnya biarkan itu selalu tersimpan rapat-rapat. Dan
biarkan tak seorangpun tahu itu. Karena disetiap kenangan yang kudapatkan dulu,
hanya aku ingin merubahnya saja. Hingga suatu saat nanti hanya pelangi yang
bisa kita lihat semuanya.
Aku membutuhkannya sesuatu yang dinamakan kasih sayang. Aku
harus memilikimu. Bukan untuk yang lain. Aku merindukannya.
Mencoba berpaling dan tak mendengar juga taka da gunanya.
Karena semuanya telah terjadi. Kedewasaan yang katanya bisa berfikirpun kadang
kalah dengan perasaan. Karena aku terlalu membutuhkannya.
Biarkanlah disini sebentar lagi, selamanya tetap disisiku.
Jangan bberpaling dariku. Karena tanpa dirinya kami hanyalah seorang yang tak
mempunyai arti. Kepada siapa lagi aku bercerita kalau bukan kamu? Kepada siapa
aku harus bertahan kalau itu bukan karenamu. Untuk apa bahagia kalau itu bukan
untukmu.
Meskipun keadaannya begini, biarkanlah.
Hati yang tersakiti itu masih ada. Dan biarkanlah tetap
begitu. Biarkan angina yang menghembuskannya dan membawanya pergi seketika dan
hilang, hingga musim menggantikannya dengan diriku yang baru. Karena harapan
selalu ada dan semua akan indah pada waktunya.
0 Komentar:
Posting Komentar