Minggu, 26 Agustus 2012

sebuah hati


Kepada setiap manusia, pastinya pernah berbuat salah, kemudian menyesal, dan mereka kan menangis untuk menyesalinya, dan mereka juga berdoa kepada Tuhan-Nya untuk tak mengulanginya lagi.

Ketika itu saya tahu bagaimana rasanya ditinggalkan seseorang yang pernah dekat sama saya. Dan itu rasanya membuat hati tak mau untuk terus berhenti berharap n memikirkannya. Ketika q masih menikmati kesedihan ini, ketika ku tak mau bangkit lagi, ketika q rasa nyaman diposisi ini, sedangkan sebenarnya hati tak menginginkannya, hati kecilku inginkan yang lain, ingin kan perubahan, ingin berhenti berlarut-larut, ingin berhenti bersedih, ketika hatiku juga merindukan setiap waktuku yang ku lalui untuk selalu tersenyum, ketika q inginkan kembali kekeadaan ke jiwaku sebelumnya, ketika q selalu menatap dengan senyuman, q ingin kan semua itu, dan q pasti bisa mendapatkannya.

Sekarang buat apa menangis lagi, buat apa terus bersedih, buat apa mengingat semua kenangan indah, kalau kita sudah melangkah menjauh, kenangan itu cukup disimpan dan tak perlu tuk diingat lagi, karena itu Cuma kan buat kau semakin trepuruk dari duniamu.

Keinginan hati yang semakin berkobar, memadamkan semuanya, hilanglah semua kata-kata lalu, kini q benar-benar baru tuk melangkah kedepan, ketika q rasakan hanya sendiri disini dan q memaknai arti sebuah kehilangan. Kehilangan dirimu itu taka pa buatku. q masih bisa membuangnya rasa itu. tapi bagaimana jika kehilangan orangtuamu? Pernahkah kau membayangkannya? Ketika mereka mengandung kita, membawa kesana kemari, memberikanmu makan untuk kau hidup, memberikanmu kasih sayang, memberikan mu sejuta senyuman yang belum tentu bisa kau balaskan. Ketika mereka bekerja keras untuk kamu, untuk masa depanmu, untuk buat kau bahagia, ketika tangannya selalu merengkuhmu dalam setiap pelukannya, ketika kau tenang disisinya, ketika kau sakit dan mereka merawatmu, ketika dia melindungimu. Meski kadang cara mereka kau tak tahu artinya itu dank au belum memahami, ketika kau marah padanya, ketika kau melukai hatinya dan membuat nya menangis? Apa yang bisa kau perbuat, bahwa ketika kau berkata “maaf” maka sebenarnya mereka tak pernah membencimu, mereka kan dengan mudahnya memaafkanmu. Betapa besar kasih sayang mereka kepadamu? Pernahkah kau membayangkannya?

Lalu bagaimana? Dengan harapan yang mereka? Harapan akan anaknya sukses dan bahagia dimanapun berada? Tak banyak menuntuk, merekan kan selalu mendoakan yang terbaik. Bagaimana jika mereka telah menutup mata untuk selamanya? Sedangkan kamu belum membuktikan kepada mereka, kamu melum bemberikan yang terbaik? Kamu belum melihat senyumanya yang bangga akan kamu, kau belum berikan kebahagiaan kepada mereka. Bagaimana bisa? Kamu begitu kejam padanya? Sedang mereka tak pernah meminta apa-apa darimu? Pernahkah kau bayangkan, akankah kau kan dapatkan pelukan dari ibu kamu lagi? tak ada lagi yang memelukmu, tak ada yang mengusap air matamu saat kau menangis, tak ada candanya, tak ada lagi tangisan bahagianya? Tak ada lagi senyumannya, tak ada lagi tangan yang merengkuhmu dari dunia yang menyulitkanmu. Pernahkah kau membayangkan itu?

Dan kini q tahu kalau seseorang itu benar-benar tak ada artinya buat aku. Kau menyakiti q taka pa, tapi saat kau bawa lagi berkelana hati ini, hingga kau libatkan orangtua jika kau hanya berpura-pura dan dustai semua, maaf, hilang sudah kepercayaanku itu. semuanya.!!!! tak pernah sedikit q memberikan lagi untuk kamu.

Dan kehilangan kamu memang tak ada artinya, seseorang yang ditakdirkan untukku hanya sementara, yang belum pasti akan adanya. Yang masih tak tercapai. Awalnya Membayangkan kehilanganmu itu buatku hampa, tapi ternyata tidak. Itu menyenangkan!! Dan saat q membayangkan kedua orangtua ku, itu lebih berarti dari segalanya. Air mataku mengalir tak mau habis, betapa egoinya diriku, memikirkanmu, sedang sementara q lupa siapa q n bagaimana mereka..

Dan karena mereka lah aku disini. Kan buktikan suatu saat nanti itu benar adanya. Kini q hanya bisa berdoa memohon yang terbaik buat mereka, ayah-ibu… meskipun kadang caraku salah, maafkan aku, inilah q berusaha untuk menjadi yang terbaik. izinkan q lihat senyuman kebahagiaan atas q nanti..

2 Komentar:

Unknown mengatakan...

baru tau, kamu suka nulis nduk

Unknown mengatakan...

haha baru tau