Sabtu, 27 Oktober 2012

Sekolah Terbesar di Dunia Berikan Siswa India Pelajaran Hidup

Oleh Sagarika Dubey | AFP

Hari pertama di kelas untuk setiap murid baru bisa menjadi pengalaman yang luar biasa. Coba bayangkan rasanya belajar sebagai salah satu dari 40.000 murid yang masuk di sekolah terbesar di dunia. Penghargaan Guinness World Records terbaru dianugerahkan kepada City Montessori School di kota Lucknow, India dengan 39.437 siswa yang terdaftar pada tahun akademik 2010-2011. Pihak sekolah mengatakan, jumlah pendaftaran telah meningkat di atas 45.000. Sekolah itu memiliki 2.500 guru, 3.700 komputer, 1.000 ruang kelas dan salah satu dari sebelas tim kriket yang paling tangguh.


 
City Montessori School dibuka oleh Jagdish Gandhi dan istrinya Bharti pada 1959 dengan pinjaman 300 rupee (setara Rp58.000 pada saat ini) dan hanya memiliki lima orang siswa. Kini sekolah tersebut telah berkembang hingga lebih dari 20 lokasi di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, dan terkenal dengan hasil ujian dan program pertukaran internasional. "Pertumbuhan fenomenal sekolah kami adalah refleksi dari upaya kami untuk menyenangkan orangtua melalui layanan terhadap anak-anak mereka," kata Gandhi, 75 tahun, yang masih menjabat dalam manajemen sekolah.

"Siswa kami memiliki hasil akademis yang luar biasa setiap tahun dan mendapatkan perhatian global yang luar biasa. Mendapatkan rekor Guinness sangat membesarkan hati kami, tapi ini bukan segalanya," katanya kepada AFP. Para murid, yang berusia antara 3-17 tahun, semuanya berseragam dan masing-masing kelas menampung sekitar 45 murid, namun seluruh siswa di sekolah tidak pernah dikumpulkan secara bersama karena tidak ada tempat yang cukup besar untuk menampung mereka.


CMS, yang tidak menerima dana dari pemerintah, membebani  biaya 1.000 rupee (sekitar Rp180 ribu) per bulan untuk biaya murid yang lebih muda,  dan 2.500 rupee (sekitar Rp450 ribu) per bulan untuk senior. "Dalam sekolah yang besar seperti itu, ada banyak keuntungan, salah satunya adalah Anda bisa berkenalan dengan banyak teman di seluruh lokasi sekolah yang kami miliki," kata Ritika Ghosh (14), yang telah bersekolah di CMS selama dua tahun kepada AFP. "Tapi karena sekolah begitu besar, maka dibutuhkan banyak upaya untuk bisa mendapatkan perhatian. Jadi Anda hanya merupakan salah satu dari ribuan siswa yang belajar. "Pasti Ada lebih banyak tantangan dan kompetisi, yang pada akhirnya mempersiapkan kita untuk kehidupan nyata."


Seorang siswa bernama Tanmay Tiwari (16) mengatakan bahwa ukuran sekolahnya yang besar membuatnya lebih  percaya diri. "Aku dulu sangat pemalu tapi sekolah telah memberi saya kepercayaan diri," katanya kepada AFP. "Sekarang saya masuk dalam tim perguruan tinggi dan ikut berdebat dalam kompetisi nasional."


Ukuran sekolah dibandingkan hanya dengan ambisi idealisnya, para siswa diajarkan tentang filosofi perdamaian universal dan globalisme di bawah moto "Jai Jagat" (Kemenangan untuk Dunia). Dengan para siswa yang berada di bawah tekanan sengit untuk mendapatkan hasil ujian yang baik, olahraga tidak selalu menjadi prioritas utama, namun pelatih kriket Raju Singh Chauhan mengatakan bahwa ia menganggap pemilihan tim masih rumit. "Untuk mendapatkan murid berbakat olahraga di antara 45.000 lebih siswa akan menjadi masalah besar," katanya.


"Untuk alasan ini kami mengadakan kompetisi antarcabang untuk menggali bakat anak-anak yang terbaik dan akhirnya kami mendapatkan gambaran yang lebih besar dan sebelas orang dari kami yang terbaik untuk masuk dalam tim."


CMS pertama kali memegang gelar sebagai sekolah terbesar di dunia pada 2005, ketika memiliki 29.212 siswa, mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, Rizal High School di Manila, Filipina, yang memiliki 19.738 siswa. Para alumni sekolah tersebut meliputi Ushhan Gundevia, seorang bankir eksekutif di Goldman Sachs, dan Prakash Gupta, seorang diplomat senior PBB di New York, serta sarjana Harvard dan beberapa ahli bedah terkemuka serta ilmuwan.


"Sekolah merupakan inspirasi tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk siapa saja, di mana saja yang ingin membuat perbedaan positif," kata Craig Glenday, editor Guinness World Records, kepada AFP dari London. "Sekolah mengerti betul bahwa mengajar adalah profesi yang paling suci, dan dari asal-usul sederhana tersebut hingga menjadi yang terbesar, serta  salah satu lembaga pendidikan yang paling dihormati di dunia, itu adalah cerita yang benar-benar menginspirasi dan menakjubkan."

Minggu, 02 September 2012

Indonesia Di Jajah 3,5 Abad Hanya Karena Sebuah Buku?


Tahukah Anda bahwa karena sebuah bukulah maka bangsa Belanda bisa sampai di Nusantara dan melakukan penjajahan atas bumi yang kaya raya ini selama berabad-abad? Buku tersebut berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien , yang ditulis Jan Huygen van Linshoten di tahun 1595.

Inilah kisahnya :Jauh sebelum Eropa terbuka matanya mencari dunia baru, warga pribumi Nusantara hidup dalam kedamaian. Situasi ini berubah drastis saat orang-orang Eropa mulai berdatangan dengan dalih berdagang, namun membawa pasukan tempur lengkap dengan senjatanya. Hal yang ironis, tokoh yang menggerakkan roda sejarah dunia masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Paus yang berbeda. Pertama, Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.

Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib ini. Merupakan fakta jika jauh sebelum Eropa berani melayari samudera, bangsa Arab telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara. Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu zat utama dalam ritual pembalseman para Fir’aun di Mesir pada abad sebelum Masehi, didatangkan dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatera tengah.

Dari pertemuan peradaban inilah bangsa Eropa mengetahui jika ada satu wilayah di selatan bola dunia yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yang tidak terdapat di belahan dunia manapun. Negeri itu penuh dengan karet, lada, dan rempah-rempah lainnya, selain itu Eropa juga mencium adanya emas dan batu permata yang tersimpan di perutnya. Tanah tersebut iklimnya sangat bersahabat, dan alamnya sangat indah. Wilayah inilah yang sekarang kita kenal dengan nama Nusantara. Mendengar semua kekayaan ini Eropa sangat bernafsu untuk mencari semua hal yang selama ini belum pernah didapatkannya.

Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas. Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua kapling untuk dianeksasi. Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi. Ini memberikan Dunia Baru—kini disebut Benua Amerika—kepada Spanyol. Afrika serta India diserahkan kepada Portugis. Paus menggeser garis demarkasinya ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugis. Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda.

Sebelumnya, jika dua kekuatan yang tengah berlomba memperbanyak harta rampokan berjumpa tepat di satu titik maka mereka akan berkelahi, namun saat bertemu di Maluku, Portugis dan Sanyol mencoba untuk menahan diri. Pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal membuat perjanjian Saragossa yang menetapkan garis anti-meridian atau garis sambungan pada setengah lingkaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari kepulauan Maluku, di sekitar Guam.

Sejak itulah, Portugis dan Spanyol berhasil membawa banyak rempah-rempah dari pelayarannya. Seluruh Eropa mendengar hal tersebut dan mulai berlomba-lomba untuk juga mengirimkan armadanya ke wilayah yang baru di selatan. Ketika Eropa mengirim ekspedisi laut untuk menemukan dunia baru, pengertian antara perdagangan, peperangan, dan penyebaran agama Kristen nyaris tidak ada bedanya. Misi imperialisme Eropa ini sampai sekarang kita kenal dengan sebutan “Tiga G”: Gold, Glory, dan Gospel. Seluruh penguasa, raja-raja, para pedagang, yang ada di Eropa membahas tentang negeri selatan yang sangat kaya raya ini. Mereka berlomba-lomba mencapai Nusantara dari berbagai jalur. Sayang, saat itu belum ada sebuah peta perjalanan laut yang secara utuh dan detil memuat jalur perjalanan dari Eropa ke wilayah tersebut yang disebut Eropa sebagai Hindia Timur. Peta bangsa-bangsa Eropa baru mencapai daratan India, sedangkan daerah di sebelah timurnya masih gelap.

Dibandingkan Spanyol, Portugis lebih unggul dalam banyak hal. Pelaut-pelaut Portugis yang merupakan tokoh-tokoh pelarian Templar (dan mendirikan Knight of Christ), dengan ketat berupaya merahasiakan peta-peta terbaru mereka yang berisi jalur-jalur laut menuju Asia Tenggara. Peta-peta tersebut saat itu merupakan benda yang paling diburu oleh banyak raja dan saudagar Eropa. Namun ibarat pepatah, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, maka demikian pula dengan peta rahasia yang dipegang pelaut-pelaut Portugis. Sejumlah orang Belanda yang telah bekerja lama pada pelaut-pelaut Portugis mengetahui hal ini. Salah satu dari mereka bernama Jan Huygen van Linschoten. Pada tahun 1595 dia menerbitkan buku berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis, yang memuat berbagai peta dan deksripsi amat rinci mengenai jalur pelayaran yang dilakukan Portugis ke Hindia Timur, lengkap dengan segala permasalahannya.

Buku itu laku keras di Eropa, namun tentu saja hal ini tidak disukai Portugis. Bangsa ini menyimpan dendam pada orang-orang Belanda. Berkat van Linschoten inilah, Belanda akhirnya mengetahui banyak persoalan yang dihadapi Portugis di wilayah baru tersebut dan juga rahasia-rahasia kapal serta jalur pelayarannya. Para pengusaha dan penguasa Belanda membangun dan menyempurnakan armada kapal-kapal lautnya dengan segera, agar mereka juga bisa menjarah dunia selatan yang kaya raya, dan tidak kalah dengan kerajaan-kerajaan Eropa lainnya.

Pada tahun 1595 Belanda mengirim satu ekspedisi pertama menuju Nusantara yang disebutnya Hindia Timur. Ekspedisi ini terdiri dari empat buah kapal dengan 249 awak dipimpin Cornelis de Houtman, seorang Belanda yang telah lama bekerja pada Portugis di Lisbon. Lebih kurang satu tahun kemudian, Juni 1596, de Houtman mendarat di pelabuhan Banten yang merupakan pelabuhan utama perdagangan lada di Jawa, lalu menyusur pantai utaranya, singgah di Sedayu, Madura, dan lainnya. Kepemimpinan de Houtman sangat buruk. Dia berlaku sombong dan besikap semaunya pada orang-orang pribumi dan juga terhadap sesama pedagang Eropa. Sejumlah konflik menyebabkan dia harus kehilangan satu perahu dan banyak awaknya, sehingga ketika mendarat di Belanda pada tahun 1597, dia hanya menyisakan tiga kapal dan 89 awak. Walau demikian, tiga kapal tersebut penuh berisi rempah-rempah dan benda berharga lainnya.

Orang-orang Belanda berpikiran, jika seorang de Houtman yang tidak cakap memimpin saja bisa mendapat sebanyak itu, apalagi jika dipimpin oleh orang dan armada yang jauh lebih unggul. Kedatangan kembali tim de Houtman menimbulkan semangat yang menyala-nyala di banyak pedagang Belanda untuk mengikut jejaknya. Jejak Houtman diikuti oleh puluhan bahkan ratusan saudagar Belanda yang mengirimkan armada mereka ke Hindia Timur. Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945.Semoga menambah wawasan kita semua.

Sumber: Indonesia Di Jajah 3,5 Abad Hanya Karena Sebuah Buku?

Minggu, 26 Agustus 2012

sebuah hati


Kepada setiap manusia, pastinya pernah berbuat salah, kemudian menyesal, dan mereka kan menangis untuk menyesalinya, dan mereka juga berdoa kepada Tuhan-Nya untuk tak mengulanginya lagi.

Ketika itu saya tahu bagaimana rasanya ditinggalkan seseorang yang pernah dekat sama saya. Dan itu rasanya membuat hati tak mau untuk terus berhenti berharap n memikirkannya. Ketika q masih menikmati kesedihan ini, ketika ku tak mau bangkit lagi, ketika q rasa nyaman diposisi ini, sedangkan sebenarnya hati tak menginginkannya, hati kecilku inginkan yang lain, ingin kan perubahan, ingin berhenti berlarut-larut, ingin berhenti bersedih, ketika hatiku juga merindukan setiap waktuku yang ku lalui untuk selalu tersenyum, ketika q inginkan kembali kekeadaan ke jiwaku sebelumnya, ketika q selalu menatap dengan senyuman, q ingin kan semua itu, dan q pasti bisa mendapatkannya.

Sekarang buat apa menangis lagi, buat apa terus bersedih, buat apa mengingat semua kenangan indah, kalau kita sudah melangkah menjauh, kenangan itu cukup disimpan dan tak perlu tuk diingat lagi, karena itu Cuma kan buat kau semakin trepuruk dari duniamu.

Keinginan hati yang semakin berkobar, memadamkan semuanya, hilanglah semua kata-kata lalu, kini q benar-benar baru tuk melangkah kedepan, ketika q rasakan hanya sendiri disini dan q memaknai arti sebuah kehilangan. Kehilangan dirimu itu taka pa buatku. q masih bisa membuangnya rasa itu. tapi bagaimana jika kehilangan orangtuamu? Pernahkah kau membayangkannya? Ketika mereka mengandung kita, membawa kesana kemari, memberikanmu makan untuk kau hidup, memberikanmu kasih sayang, memberikan mu sejuta senyuman yang belum tentu bisa kau balaskan. Ketika mereka bekerja keras untuk kamu, untuk masa depanmu, untuk buat kau bahagia, ketika tangannya selalu merengkuhmu dalam setiap pelukannya, ketika kau tenang disisinya, ketika kau sakit dan mereka merawatmu, ketika dia melindungimu. Meski kadang cara mereka kau tak tahu artinya itu dank au belum memahami, ketika kau marah padanya, ketika kau melukai hatinya dan membuat nya menangis? Apa yang bisa kau perbuat, bahwa ketika kau berkata “maaf” maka sebenarnya mereka tak pernah membencimu, mereka kan dengan mudahnya memaafkanmu. Betapa besar kasih sayang mereka kepadamu? Pernahkah kau membayangkannya?

Lalu bagaimana? Dengan harapan yang mereka? Harapan akan anaknya sukses dan bahagia dimanapun berada? Tak banyak menuntuk, merekan kan selalu mendoakan yang terbaik. Bagaimana jika mereka telah menutup mata untuk selamanya? Sedangkan kamu belum membuktikan kepada mereka, kamu melum bemberikan yang terbaik? Kamu belum melihat senyumanya yang bangga akan kamu, kau belum berikan kebahagiaan kepada mereka. Bagaimana bisa? Kamu begitu kejam padanya? Sedang mereka tak pernah meminta apa-apa darimu? Pernahkah kau bayangkan, akankah kau kan dapatkan pelukan dari ibu kamu lagi? tak ada lagi yang memelukmu, tak ada yang mengusap air matamu saat kau menangis, tak ada candanya, tak ada lagi tangisan bahagianya? Tak ada lagi senyumannya, tak ada lagi tangan yang merengkuhmu dari dunia yang menyulitkanmu. Pernahkah kau membayangkan itu?

Dan kini q tahu kalau seseorang itu benar-benar tak ada artinya buat aku. Kau menyakiti q taka pa, tapi saat kau bawa lagi berkelana hati ini, hingga kau libatkan orangtua jika kau hanya berpura-pura dan dustai semua, maaf, hilang sudah kepercayaanku itu. semuanya.!!!! tak pernah sedikit q memberikan lagi untuk kamu.

Dan kehilangan kamu memang tak ada artinya, seseorang yang ditakdirkan untukku hanya sementara, yang belum pasti akan adanya. Yang masih tak tercapai. Awalnya Membayangkan kehilanganmu itu buatku hampa, tapi ternyata tidak. Itu menyenangkan!! Dan saat q membayangkan kedua orangtua ku, itu lebih berarti dari segalanya. Air mataku mengalir tak mau habis, betapa egoinya diriku, memikirkanmu, sedang sementara q lupa siapa q n bagaimana mereka..

Dan karena mereka lah aku disini. Kan buktikan suatu saat nanti itu benar adanya. Kini q hanya bisa berdoa memohon yang terbaik buat mereka, ayah-ibu… meskipun kadang caraku salah, maafkan aku, inilah q berusaha untuk menjadi yang terbaik. izinkan q lihat senyuman kebahagiaan atas q nanti..

Sabtu, 28 Juli 2012

Kepastian Hati

Saat itu kau masuki kehidupanku
Kau bawa semua kebahagiaan dihidupku
Kau taburkan mawar dalam hatiku
Kau hapuskan sedihku
Kau ubah semua derita jadi tawa
Dan saat q rasa miliki hatimu
Kau juga
Seperti sempurna saat kau selalu ada dihari-hariku
Saat kau selalu berada disisi
Karena entah kenapa kau seperti magnet untuk hatiku
Karena dalam setiap hembusan nafasku
Hanya kau yang q rindu
Hanya kau yang jadi tujuanku
Meski q tahu tak selamanya rasa ini milikmu
Karena sang Pemberi rasa lah yang mengerti
Dan saat kau tak ada lagi disisi
Q merindukanmu waktu itu
Q hanya tak bisa menghapus memori itu
Q hanya menyiakan kalau kita tak lagi ada
Q hanya tak tahu kemanakah harus q buang semua rasa itu
Semua kenangan itu
Semua yang kita jalinkan, seperti tak ada artinya
Dan saat q berfikir tenangkan hati
Mungkin ada rencana indah dibalik ini semua
Masih adakah artinya menunggu lagi
Bahkan untuk apa aku menunggu aku tak tahu
Buat apa aku menunggu tanpa kepastian?
Buat apa aku mengejar seorang  mahluk?
Buat apa jika kau hanya sayangiku
Mungkin dulu kan q sambut rasa ini
Tapi sekarang maafkan aku
Bukan tak lagi mencintaimu lagi
Tapi memang seharusnya rasa itu tak pernah ada
Q tak hanya butuh janji-janji
Q tak butuh seorang yang egois
Setidaknya kita masih bisa bersama
Nanti
Dan itupun mungkin
Buat apa menjalin hubungan tanpa adanya tujuan atau komitmen
Buat apa itu semua
Itu artinya sama saja
Kau inginkan aku, perhatianku,semuanya
Tapi kau tak pernah berikanku setitik cinta
Dan mungkin saat q benar-benar larut dalam keadaan ini
Kau tak bisa disisi
Kini  q tak pernah memaksamu mencintaiku
Karena cinta tak pernah datang tuk memaksa
Karena cinta tulus dari hati tuk memberi, berbagi
Kini q hadirkan aku yang baru
Tak seperti dulu
Tuk terbangkan sayap diangkasa
Tuk meraih cita
Dan tak akan pernah memikirkanmu lagi
Biarkan hujan menghapus semua jejakmu
Dan jikaupun kau beriku satu kepastian
Satu saja
Jikalau kau minta hati ini
Dan sungguh-sungguh
Ku kan lebih hargai kamu sebagai seorang mahluk
Meski kita tak bisa saat ini
Nanti
Ku kan kembali padamu
Itulah janjiku
Jika kau bisa jaga hatimu, Kan q jaga hatiku juga
Takkan q biarkan itu menjadi milikku dan takkan q bagi
Dan itupun jika masih ada satu untukku
Dan karena cintaku takkan pernah memaksamu
Meskipun begitu kita takkan bisa menyalahi takdirnya
Jika memang q adalah tulang rusukmu
Maka q kan selalu kembali padamu.
Semakin lama hari ku ini
Q semakin tahu apa arti dari semua ini
Kini kan q tanggalkan semuanya
Biarkan kau hanya seperti itu
Jadi dirimu sendiri
Dan aku telah bahagia dengan semua ini
Karena adanya mereka yang buatku tersenyum menyambut hari
Dan tak pernah q menyadarinya
Merekalah yang merengkuhku selama ini.
Sempurna milikku.
Menunggu esok hari
Menunggu nafas-nafas baru tuk meraih jiwa yang baru

Minggu, 22 Juli 2012

The History of my Village

The History of my village

Kedung Begal adalah sebuah dusun yang terletak di desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal , Semarang Jawa Tengah. Ya itulah desaku. Seperti desa-desa lainnya desaku juga mempunyai sejarahnya sendiri . Setelah menemui sumber-sumber yang bisa dipercaya,  yaitu sesepuh dari desa Kedung Begal atau Dong Begal ini, kebanyakan menceritakan hal yang sama. Yaitu bahwa ceritanya memang benar ada.

Kedung Begal atau Dongbegal terdiri dari 2 kata yaitu Kedung dan Begal. Kedung yaitu seperti pusaran air yang ada di sebuah sungai. Atau bisa juga Sungai yang dalam airnya. Sedangkan Begal adalah sejenis perampok atau penjahat yang suka menodong orang dimalam hari. Penggabungan dari kedua kata yaitu Kedung Begal. Berbagai cerita yang mengartikan Kedung Begal. Konon katanya Kedung Begal itu karena adanya cerita yaitu pada suatu hari ada pengantin yang lewat ke sungai didaerah ku itu, dan tak lama kemudian Pengantin itu meninggal, itu membuat asumsi-asumsi masyarakat bahwa Kedung/Sungai nya itu membegal atau mengambil nyawa dari pengantin itu. Dan sampai sekarang masih ada juga yang percaya cerita itu, dan mereka yang percaya itu diwajibkan melakukan ritual yaitu Jika sewaktu menikah si pengantin itu melewati Sungai, harus dikorbankan atau menyembelih seekor ayam jantan yang kemudian diceburkan ke Sungai itu.

Cerita versi lainnya tentang asal usul desa Kedung Begal yaitu karena Didesaku memang ada Kedung/ Sungai yang dalam dan disitu orang-orang jarang melewatinya yang kononnya angker, karena dalam Sungai itu juga terdapat pusaran air. Selanjutnya kata Begal yaitu karena letak desaku yang masih dibilang hutan-hutan, apalagi disebelahnya Sungai besar itu. Konon katanya dulu di desaku tak jauh dari Sungai itu ada kawanan begal yang suka merampas uang dan menodong uang kepada orang-orang yang lewat disitu terlalu larut malam. Tempat itu tak jauh dari Jembatan kecil berukuran lebar 1,5 meter dan panjang 20 meter an, yang kebetulan disitu tempatnya memang dibilang sunyi, hutan-hutan dan ada sebuah bangunan tua yang tak berpenghuni ditambah suasana gemricik air sungai. Disitu juga terdapat sebuah batu besar yang orang-orang meyebutnya Watu Ngorok. Keadaan yang sangat mendukung untuk melakukan begal. Apalagi waktu itu disitu masih jarang rumah dibangun karena memang keadaannya berada di tanjakan atau biasa dipanggil “Sengkan”. Jadi dahulu orang-orang lebih memilih untuk memilih jalan yang lebih jauh untuk pelang kerumah daripada lewat disitu.

Dan seiring dengan perkembangan teknologi dan budaya, sekarang ini cerita itu hanya dianggap sebagai mitos belaka. Tapi masih banyak juga yang mempercayainya dan harus melakukan ritual-ritual. Terutama para sesepuh. Mereka rata-rata masih mempercayainya. Sekarang tempat itu lebih baik. Jembatannya sudah dibangun yang lebih layak, dan disekitar “Sengkan” itu sudah banyak berdiri rumah penduduk meskipun hanya sebagian. Dan setelah jembatan ada Perumahan baru yang cukup ramai juga. Berangsur-angsur orang tidak memperhatikan mitos-mitos kayagituan. Meskipun kadang akupun sendiri takut melewatinya kalau harus melewati jika sewaktu pulang malam. Ya meskipun ramai, disitu masih belum dipasang lampu yang mencukupi. Kadang masih merinding juga kalu lewat.

Sekarang ini nama Kedung Begal berangsur-angsur berganti lagi namanya menjadi Rowosari itu dikarenakan di Lapangan Desaku selalu mengeluarkan air membentuk sebuah rawa. Meskipun itu rawa itu muncul hanya ketika musim penhujan saja. Lapangan yang cukup luas itu menampung banyak air sewaktu musim hujan. Dan bisa penuh sampai membanjiri jalan raya. Dan tiap rawa itu muncul itu dimanfaatkan warga untuk mendapatkan uang, yaitu dengan berjualan disitu setiap sore hari, karena letak nya yang sangat strategis, setiap sore juga banyak orang yang untuk sekedar melihat rawa, selain itu juga disediakan sebuah “getek” yang orang-orang nantinya bisa dibawa keliling rawa. Dengan cukup membayar 3000 rupiah saja. Hampir tiap sore ramai karena ada rawa itu.

Sekarang ini kesepakatan warga semua Nama Kedung Begal atau Dong Begal berubah menjadi Rowosari, meskipun begitu pada kenyataannya orang-orang lebih tahu tentang Dong Begal daripada Rowosari.